Putra Papua Ini Bangga Diajak Bicara Ekonomi Oleh Presiden

Tim_Wow    •    Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:27 WIB
Nasional
Bahlil Lahadalia tersenyum lebar, usai bertemu presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. (Foto: Oji/hms)
Bahlil Lahadalia tersenyum lebar, usai bertemu presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. (Foto: Oji/hms)

JAKARTA, www.wowbabel.com - Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan kader HMI, Bahlil Lahadalia, menjadi salah satu tokoh muda yang ikut dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) siang.

“Kebetulan kami banyak berdiskusi tentang persoalan ekonomi, bagaimana terjadinya pertumbuhan kawasan ekonomi baru kemudian bagaimana terjadinya pemerataan pembangunan ekonomi dari Aceh sampai Papua, dan bagaimana kemudian kita meningkatkan dari UMKM ke kelas menengah dan menjadi konglomerat, dan semuanya itu bisa terjadi kalau ada satu proses peningkatan investasi dan konsumsi,” kata Bahlil kepada wartawan usai diterima Presiden Jokowi, seperti diberitakan setkab.go.id.

“Saya pikir Pak Presiden, Pak Jokowi, sangat mempertimbangkan betul untuk anak muda yang selalu berpikir untuk kemajuan bangsa. Saya pikir hanya itu saja yang perlu sampaikan,” ujarnya.

Dijelaskan Bahlil, pembicaran persoalan ekonomi bersama Presiden dalam konteks yang luas, bisa juga ada UMKM nya, ada investasinya, ada perdagangannya ya.

“Nanti kita lihat ya, yang tahu itu hanya Allah Subhanahu Wa ta’ala dan Pak Jokowi yang tahu,” lanjutnya.

“Pertama bahwa regulasi itu penting ya, regulasi salah satu problem yaitu tumpang tindihnya regulasi kita ya, dari tingkat kabupaten kemudian provinsi kemudian pusat. Saya pikir ini salah satu tantangan ke depan untuk bagaimana investasi bisa tereksekusi, saya pikir begitu ya menyangkut regulasi,” sambung Bahlil.

Bahlil mengakui bahwa dirinya Senin (21/10/2019) dihubungi pihak istana untuk menghadap presiden. Berasal dari desa di Papua, Bahlil mengaku merasa terhormat dan terpanggil untuk bisa mengambil bagian dalam bagaimana mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

“Saya pikir setiap anak muda yang mempunyai jiwa nasionalisme dan punya komitmen besar terhadap pembangunan bangsa, maka saya yakin pasti akan terpanggil,” tutup Bahlil. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL