Pesan Megawati : Jangan Permalukan Nama Baik Diri dan Keluarga

Tim_Wow    •    Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:46 WIB
Nasional
Sebelum dikenalkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, para calon menteri Kabinet Indonesia Maju berkumpul di Presidential Lounge yang berada di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu pagi 23 Oktober 2019.   Suasana akrab tampak terlihat di pertemuan pada pagi hari tersebut. Suasana cair, candaan dan derai tawa terdengar dalam pertemuan itu. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sebelum dikenalkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, para calon menteri Kabinet Indonesia Maju berkumpul di Presidential Lounge yang berada di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu pagi 23 Oktober 2019. Suasana akrab tampak terlihat di pertemuan pada pagi hari tersebut. Suasana cair, candaan dan derai tawa terdengar dalam pertemuan itu. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- Ketua Unum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri menanggapi dilantiknya Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo dan KH Mafuf Amin. Megawati berpesan para menteri untuk menjaga nama baik dirinya aensiri dan keluarga.

Pesan Megawati disampaikan oleh Sekjen PDI Perjugan Hasto Kritiyanto melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/10/2019).

"Ibu Megawati Soekarnoputri sendiri berpesan bahwa dalam diri setiap menteri melekat sebuah nama dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan seluruh integritasnya sebagai seorang pemimpin," kata Hasto.

Dalam struktur Kabinet Indonesia Maju, PDI Perjuangan masih menempatkan kadernya, yakni Yasona Laoly sebagai Menteri Hukum dan HAM, Cahyo Kumolo bergeser dari Menteri Dalam Negeri menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Juliandri Batubara sebagai Menteri Sosial.

Satu lagi kader PDI Perjuangan yang masih bertahan Pramono Anung di Sekretaris Kabinet.

 “Jangan permalukan nama diri sendiri dan keluarga yang melekat dalam diri seorang menteri. Sebab nama melekat dengan tanggung jawab. Hal ini saya katakan karena banyak yang melihat jabatan hanya dari sisi gemerlapnya kekuasaan. Dalam diri seorang menteri melekat dedikasi dan tanggung jawab bagi rakyat, bangsa, dan negara Indornesia,” ujar Hasto.

Para menteri, kata Hasto harus berdedikasi bagi bangsanya, dan mereka bukanlah konsultan yang mendapat upah batas kerja profesionalnya. Ment



1   2