KEK Tanjung Gunung dan Sungailiat Perlu Dikaji Kembali

Abeng    •    Jumat, 25 Oktober 2019 | 13:52 WIB
Lokal
Kepala Bappeda Provinsi Bangka Belitung, Feri Insani.(dok)
Kepala Bappeda Provinsi Bangka Belitung, Feri Insani.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjumg Gunung di Bangka Tengah dan Pantai Timur di Sungailiat masih dalam perimbangan Badan Perencanaan dan pembangunan Nasional (Bappenas) untuk masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Masih dibutuhkan kajian dan penyelesain masalah peruntukan lahan di dua kawasan yang diusulkan sebagai KEK Pariwisata.

"Untuk usulan dua KEK Pariwisata Tanjung Gunung dan Sungailiat diterima pusat dengan catatan, sehingga belum masuk dalam PSN," kata Feri Insani, Kepala Bappeda Provinsi Bangka Belitung, Jumat (26/10/2019).

Saat rapat dengan Tim Bappenas, kelanjutan dua KEK Pariwisata di Pulau Bangka itu diusulkan dengan dua pola, yakni dalam waktu dua tahun ke depan, pemerintah daerah bersama pihak terkait menyelesaikan persoalan lahan yang masuk dalam usulan KEK. Kedua, pemerintah menetapkan sebagai KEK lalu  daerah bersama mitra melakukan  proses pembangunan kawasan.

"Pola pertama yang memungkinkan dilakukan, kalau pola kedua pemerintah pusat tidak mau berisiko dengan masalah kinerja pemerintahan jika ditetaplan dalam PSN. Oleh sebab itu KEK di Pulau Bangka diterima dengan catatan," ujar Feri.

Saat ini, menurut pemerintah pusat, untuk pembangunan pariwisata di Bangka Belitung dipusatkan di Pulau Belitung dengan KEK Tanjung Kelayang yang dua tahun lalu masuk dalam PSN. KEK Tanjung Kelayang juga masuk dalam 10 destinasi prioritas yang disebut ‘Bali Baru’.

"Pariwisata di Belitung sudah lebih dahulu eksis, KEK nya dalam progres. Hanya saja bagaimana sekarang ini mendorong pariwisata di Belitung itu memiliki dampak ekononi yang signifikan terhadap masyarakat. Tidak lagi bersifat eksklusif tapi lebih massif. Karena data BPS tingkat kemiskinan di Belitung itu masih di 7,3 persen," ujar Feri.

KEK Tanjung Kelayang sudah ditetapkan sejak tahun 2013 lalu diperkuat dengan  Perpres tahun 2016 untuk mempercepat prosesnya. Tahun 2019 sudah berdiri Sheraton Hotel dan akan menyusul sejumkah hotel berjaringan internasional. Apalagi keberadaan KEK ini sebagai destinasi pariwisata andalan dengan dibukanya penerbagan internasional Tanjungpandan ke Singapura dan Malaysia. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL