Gegara 'Cantingan Liar' Warga Sungai Buluh Berunjuk Rasa

Chairul Aprizal    •    Senin, 04 November 2019 | 15:06 WIB
Lokal
Sejumlah warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Sungai Kelabang Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus.(ist)
Sejumlah warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Sungai Kelabang Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus.(ist)

JEBUS, www.wowbabel.com -- Sejumlah warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Sungai Kelabang.

Unjuk rasa yang digelar selama dua hari berturut-turut, Sabtu(2/11/2019) dan Minggu (3/11/2019) dipicu persoalan canting liar (pungli--red) yang dilakukan oknum tertentu terhadap para pekerja tambang timah tower ilegal di kawasan Hutan Kelabang.

Warga merasa resah lantaran oknum tertentu mencatut nama desa untuk memungut uang cantingan.

Kades Sungai Buluh Atteni menginginkan oknum warganya yang mengatasnamakan desa dengan memungut 'Cantingan Liar' di ponton TI diproses hukum.

"Membalikkan fakta nuduhnya bahwa desa yang mungut bayaran, kenyataan di lapangan mereka jadi preman" kata Atteni, Minggu (03/11/2019).

Atteni menyatakan oknum warganya itu telah melakukan tindakan premanisme yang memotori kegiatan pertambangan timah ilegal.

Akibat hal itu, kata Kades warganya dalam dua hari berturut-turut sejak kemarin telah melakukan unjuk rasa menghentikan aksi premanisme itu.

"Kami pihak desa kan memediasi takut ada anarkis nanti, iya kita udah ngomong sama pak Kapolsek. Unjuk rasanya itu damai sama ponton-ponton dari luar itu karena selama ini kegiatan itu dimotori oknum-oknum tertentu yang memungut pungutan cantingan liar yang sifatnya premanisme," tutur Atteni.

Atteni menjelaskan masyarakat desa unjuk rasa karena resah oleh oknum tersebut mengatasnamakan desa dalam



1   2