Nyawa Sellen Hanya Bertahan Satu Jam di RSUD

Bus Damri jurusan Pangkalpinang-Kundi yang terlibat kecelakaan dan menabrak Sellen warga Desa Belo Laut Kecamatan Muntok.(ist)
Bus Damri jurusan Pangkalpinang-Kundi yang terlibat kecelakaan dan menabrak Sellen warga Desa Belo Laut Kecamatan Muntok.(ist)

SIMPANGTERITIP, www.wowbabel.com – Seorang mahasiswi, Sellen Cindita Frilsia (19) meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak bus Damri jurusan Pangkalpinang-Kundi, di ruas jalan raya Desa Kundi Kecamatan Simpang Teritip, Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 15.30 WIB.

Nyawa warga Dusun I Air Ibul Desa Belo Laut Kecamatan Muntok ini hanya bertahan satu jam sesaat dirawat di RSUD Sejiran Setason usai tabrakan tersebut.  Sellen menderita luka parah di kepala dan kaki, dalam kondisi tak sadarkan diri dilarikan ke RSUD Sejiran Setason.

Peristiwa nahas ini bermula saat bus Damri berwarna putih nopol BN 7111 PU yang dikemudikan Mahmuddin melaju dari arah Desa Pelanggas menuju ke arah Desa Kundi.

Ketika itu bus Damri hendak mendahului sepeda motor yang lain, Mahmuddin menoleh ke arah kaca spion dan tidak melihat dari berlawanan muncul sebuah sepeda motor yang dikendarai Sellen. Saat mengetahui ada sepeda motor dari arah berlawanan Mahmuddin kaget dan tak bisa menghindar lagi. Tabrakan pun tak dapat dielakan.

Tubuh Sellen terpelanting dan mengalami luka di bangian kepala dan kaki. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Sellen langsung dilarikan ke RSUD Sejiran Setason. Namun lantaran luka yang diderita cukup parah, nyawa Sellen hanya bertahan satu jam di RSUD.

Satlantas Polres Bangka Barat yang mendapat laporan mengenai kejadian tersebut langsung meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP.

Kasatlantas Polres Bangka Barat AKP Toni Susanto, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian  tersebut.

“Akibat kecelakaan tersebut pengemudi sepeda motor mengalami luka di bagian kepala dan kaki kemudian di bawa ke RSUD Mentok. Setelah satu jam dirawat, korban akhirnya meninggal dunia akibat kepala terbentur di aspal,” terang AKP Toni.

AKP  Toni menambahkan, sopir bu Damri dijerat dengan pasal 310 ayat 3 Undang-undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.

Menurut Fikri, salah satu warga Simpang Teritip mengatakan setiap kali melihat bus tersebut memang sering ugal-ugalan di jalan.

"Damri itu memang ugal-ugalan sering masyarakat negurnya tapi tidak pernah mendengar," ungkap Fikri, Senin (04/11/2019).

"Karena saya pernah menumpang bus itu, emang ngebut, mudah-mudahan ditindaklanjuti sama aparat kepolisian dengan hukuman yang setimpal,” tukas Fikri.(rul/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL