IG Lada Putih Muntok Milik Masyarakat, Bukan BP3L

Tim_Wow    •    Selasa, 05 November 2019 | 17:35 WIB
Lokal
Ketua Tim Investigasi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Lada  Bangka Belitung Zaidan, saat melakukan paparan di depan Komisi II DPRD Bangka Belitung, Senin (4/11/2019).(wb)
Ketua Tim Investigasi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Lada Bangka Belitung Zaidan, saat melakukan paparan di depan Komisi II DPRD Bangka Belitung, Senin (4/11/2019).(wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Indeks Geografis Muntok White Pepper (Lada Putih Muntok) adalah milik masyarakat, bukan milik organisasi termasuk Badan Penelitian, Pengelolaan dan Pengembangan Lada (BP3L) yang dibentuk oleh  Zainal Arifin. IG diperlukan dalam hal menentukan reputasi komuditas lada  di Bangka Belitung yang 80 persen untuk ekspor.

Ketua Tim Investigasi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Lada  Bangka Belitung Zaidan mengatakan pada awalnya  BP3L dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2009. BP3L yang baru terbentuk  dapat mengajukan dan mendapatkan Hak Paten Indikasi Geografis (IG) Muntok White Pepper.

“Berdasarkan peraturan perundangundangan tentang IG bahwa perusahaan yang menggunakan IG harus mendapat persetujuan dari Kemenhumkan. Sementara itu BP3L memberikan IG kepada perusahaan tanpa mengikuti aturan tersebut,” kata Zaidan dalam penjelasannya usai rapat dengan Komisi II DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (4/11/2019) lalu.

Seiring waktu,  Zainal Arifin sebagai Ketua BP3L merangkap juga Ketua Asosiasi Eksportir Lada Indonesia (AELI) membentuk BP3L dengan Akte Notaris tanpa didahului adanya berita acara kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Babel.

“ Kemudian di dalam Akte Notaris tersebut tidak ada sama sekali keterkaitan dalam pembentukan BP3L versi Zainal ini dengan pembentukan awal BP3L versi pemerintah. Perlu diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Perundang -undangan IG adalah m



1   2      3      4