Absensi Jadi Dasar Pemotongan TPP PNS Pemkab Bangka

Dwi H Putra    •    Rabu, 06 November 2019 | 17:10 WIB
Lokal
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BKSDMD) Bangka, Baharita.(dwi/wb)
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BKSDMD) Bangka, Baharita.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka sejak Oktober 2019 mulai memberlakukan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) pegawai, didasari dengan tingkat kehadiran yang terekam didalam absen sidik jari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Hal tersebut diterapkan guna meningkatkan kedisiplinan para pegawai di Lingkungan Pemkab Bangka, dengan dilakukan pemotongan akan membuat para pegawai berfikir untuk terlambat kerja ataupun pulang lebih awal," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BKSDMD) Bangka, Baharita di Sungailiat, Rabu (6/11/2019).

"Ini merupakan tahap awal penerapan pemotongan TPP, dimana akan dilihat berdasarkan absen sidik jari, masih ada keringanan jika melampirkan alasan keterlambatan yang disetujui kepala dinas masing-masing OPD," ujarnya.

Baharita menjelaskan segala keputusan pemotongan masih berada sesuai keputusan masing-masing kepala dinas.

"Ini masih tahap pertama dan uji coba penerapan sebelum penerapan tahap berikutnya," papar Baharita.

Menurutnya, pada tahun 2020 akan memasuki sistem e-kinerja sekaligus tahap kedua penerapan absen sidik jari, setiap pegawai akan melaporkan capaian kinerja yang telah dilakukan selama hari tersebut.

Sedangkan pada tahap akhirnya akan membiasakan para pegawai untuk bekerja sesuai dengan tugasnya dan melaporkan segala kegiatannya secara online.

Terkait nominal pemotongan TPP akan dipotong sebesar



1   2