Datangi Kantor Bupati Babar, Ini yang Disampaikan Para Jemaah Gabungan

Chairul Aprizal    •    Rabu, 06 November 2019 | 07:04 WIB
Lokal
Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) Bangka Belitung dan Jemaah Masjid Jamik Muntok serta Jemaah Masjid Baitul Hikmah dan Jemaah Tabligh, Selasa (5/11/2019) siang mendatangi Kantor Bupati Bangka Barat.(rul/wb)
Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) Bangka Belitung dan Jemaah Masjid Jamik Muntok serta Jemaah Masjid Baitul Hikmah dan Jemaah Tabligh, Selasa (5/11/2019) siang mendatangi Kantor Bupati Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) Bangka Belitung dan Jemaah Masjid Jamik Muntok serta Jemaah Masjid Baitul Hikmah dan Jemaah Tabligh, Selasa (5/11/2019) siang mendatangi Kantor Bupati Bangka Barat.

Rombongan ini meminta agar Bupati Bangka Barat, Markus, tidak lagi memberikan kata sambutan pada agama Islam dan tidak melaksanakan Maulid Nabi tanggal 11 November 2019 nanti di rumah dinasnya.

Kedatangan rombongan ini disambut Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat Effendi dan Kabag Sosmas Pemkab Bangka Barat Sumarsi SAg di ruang tamu Sekda Bangka Barat.

"Saya minta direspon apa yang telah disampaikan tadi. Pak Fendi kita diskusikan disini. Maulid tanggal 11, kita tidak alergi pemda mengadakannya. Cuma kita kan sepakat beberapa hal tadi," ungkap Habib Sholeh yang sebagai Imam Besar FPI Bangka Belitung.

Menurut Habib Sholeh, agama ada aturannya begitu juga dengan birokrasi ada aturan. Jangan dipaksakan bertabrakan, jadi harus saling menghargai.

"Masalah acara Maulid Nabi itukan beda, apa yang mau disambung kalau beda agama," imbuh Habib Sholeh.

Menanggapi pernyataan itu, Plt Sekda Bangka Barat Effendi menerangkan jika itu tidak bisa dilakukan lantaran sudah menjadi agenda rutin pemerintah daerah dan memandang Markus sebagai Bupati Bangka Barat atau pemimpin Bangka Barat.

"Kalau masalah agama kami bukan ahlinya, masalah agama posisi kami di birokrasi apa yang kami jalankan,



1   2      3