Gara-gara Petruk, GM ASDP Dipanggil Jaksa

GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka Rudy B Hanafiah.(rul/wb)
GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka Rudy B Hanafiah.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka Rudy B Hanafiah beberapa waktu lalu sempat dimintai keterangan oleh Intel Kejari Bangka Barat.

Pemanggilan dilakukaan terkait dugaan pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok.

Dugaan pungli ini terjadi antara pengurus truk atau yang kerap disebut Petruk dengan sopir truk. Lantaran sebagian sopir truk yang ingin nyebrang ke Tanjung Api-api membeli tiket kapal ferry kepada petruk bukan langsung ke loket. Biasanya pun harga tiket tersebut diatas harga resmi yang telah ditetapkan.

GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka Rudy B Hanafiah, saat dikonfirmasi wowbabel membenar dirinya sempat dimintai keterangan terkait dugaan praktik pungli di Pelabuhan Tanjung Kalian tersebut.

"Ya, saya sempat diminta keterangan ada sopir truk yang ngasih duit ke petruk tersebut. Kejadiannya memang ada," ungkap Rudy.

Rudy menuturkan setiap sopir truk yang ingin menyeberang banyak yang melalui petruk bukan langsung membeli tiket melalui loket.

"Sopir itu ngasih duitnya ke petruk dan petruk itu yang beli tiket. Saya sempat ditanyai masalah ini. Kenapa ngasihnya ke petruk ini kenapa tidak ke loket saja," tutur Rudy.

Rudy mengakui telah mengetahui hal ini, bahkan sejak sebelum dirinya memimpin ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka.

"Ya petruk itu ya preman-preman itulah. Saya tanya jugakan sama kawan-kawan. Harga yang dipatok petruk selisih sepuluh ribu," imbuh Rudy.

"Tiket itu Rp 1.140.000 dikasih sama sopir truk Rp 1.150.000. Tapi mereka itu hubungannya hubungan kerjasama antara mereka," kata Rudy.

Rudy menegaskan pihaknya tidak ada kaitannya lantaran itu hubungan kerjasama antara petruk dengan sopir truk yang ingin menyeberang.

"Kita tidak ada hubungan sama sekali iya, tidak ada petugas ikut disitu," tegas Rudy.

Hal yang sama juga diakui Petugas Pengawas Keluar Masuk Kendaraan yakni Asror. Ia membenarkan jika sopir truk yang menyeberang sering membeli tiket lewat jasa petruk tersebut.

"Ya pengurus truk itu orang-orang sinilah, yang jualan di sinilah pengurusnya. Misalnya gini ya loket itu buka batas sampai jam delapan, nah kapal terakhir jam sembilan malam, si sopir sampai pelabuhan jam setengah sembilan otomatis loket sudah tutup. Jadi terpaksa harus nunggu besok, makanya sopir telepon petruk minta tolong di boking dulu tiketnya, nanti baru sopir beli ke letruk supaya tetap bisa naik kapal terakhir" jelas Asror, Selasa (06/11/2019) lalu saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok.

Asror mengaku tidak mengetahui secara pasti harga tiket yang dipatok oleh petruk kepada sopir truk.

"Saya gak tau kalau berapa dilebihkan duitnya. Itu saya tidak tahu," tukas Asror.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL