Habib Saleh Minta Bupati Babar Diwakili Setiap Kegiatan Agama Islam

Pemkab Bangka Barat menggelar pertemuan dengan beberapa ormas Islam untuk menindaklanjuti permintaan jamaah gabungan yang meminta Bupati Bangka Barat diwakili kehadirannya di setiap acara Hari Besar Islam, Kamis (7/11/2019).(rul/wb)
Pemkab Bangka Barat menggelar pertemuan dengan beberapa ormas Islam untuk menindaklanjuti permintaan jamaah gabungan yang meminta Bupati Bangka Barat diwakili kehadirannya di setiap acara Hari Besar Islam, Kamis (7/11/2019).(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Pemkab Bangka Barat menggelar pertemuan dengan beberapa ormas Islam untuk menindaklanjuti permintaan jamaah gabungan yang meminta Bupati Bangka Barat diwakili kehadirannya di setiap acara Hari Besar Islam, Kamis (7/11/2019).

Pada pertemuan yang digelar di Ruang OR 1 Kantor Bupati Bangka Barat dihadiri Plt Sekda Bangka Barat Effendi didampingi Forkopimda Bangka Barat dengan menghadirkan MUI Bangka Barat, NU, DMI, Kemenag, Kesbangpol, dan tokoh masyarakat.

Plt Sekda Bangka Barat Effendi menyampaikan pertemuan ini mengajak diskusi dan berdialog serta mendapatkan pandangan pandangan dari seluruh ormas Islam sebagai bahan pertimbangan keputusan.

Dalam dialog tersebut Habib Muhammad Saleh Assegaf merasa berterima kasih akhirnya permintaan untuk dapat berdialog dengan para tokoh agama dan ormas Islam diwujudkan Pemkab Bangka Barat.

"Kita tidak pernah ngamuk-ngamuk untuk urusan agama kita ini, tapi karena tidak direspon berapa kali jadi kami datang lagi kan kenapa belum di musyawarahkan dengan ormas ormas Islam," ungkap Habib Saleh.

"Kira-kira jalan tengah yang enak sama-sama tidak ada sakit, mana yang boleh, mana yang tidak nyaman, mana menyinggung perasaan," imbuh Imam Besar FPI Bangka Belitung ini.

Habib Saleh meminta untuk kegiatan Hari Besar Islam agar Bupati Bangka Barat Markus diwakili saja karena dirinya kurang setuju dengan hal itu.

"Maka permintaan kami dan kawan-kawan diwakilkan saja. Saya rasa tidak mutlak bupati harus hadir di setiap acara," kata Habib Saleh.

Sementara itu Ustadz Misdi menambahkan bupati tidak wajib menghadiri seluruh agenda kegiatan pemda sendirian.

"Karena bupati ada wakil bupati, ada asisten satu, asisten dua dan bahkan ada pak sekda. Tentu juga dengan prioritas. Bupati ketika tidak berkenan dengan acara tersebut bisa mewakilkan dengan bawahannya," kata Ustadz Misdi.

Ustadz Misdi mengakui secara aturan perundang-undangan dan kebangsaan bupati memiliki hak untuk membuka setiap acara keagamaan.

"Tapi alangkah eloknya biar acara ini diserahkan ke pak sekda untuk membuka acara itu, acara maulid, acara Muharram. Sehingga dalam kacamata kita tidak ada berbenturan syariat," tutur Ustadz Misdi.

"Pada kegiatan-kegiatan yang bernafaskan PHBI agar kegiatan itu didelegasikan dan dibuka oleh pejabat dibawahnya yang beragama Islam," imbuh Ustadz Misdi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Barat, dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Barat mengajak untuk mengembangkan toleransi dan menyampaikan dakwah yang baik dengan cara yang baik.

Ketua MUI Bangka Barat, KH Muhammad Toha menjelaskan selama hal itu baik tidak jadi permasalahan, lebih baik mengimbau agar masyarakat tetap hidup rukun, saling toleransi, dan harmonis dalam bingkai NKRI.

"Supaya situasi tenang tentram, kondusif, dan menerima dengan lapang dada, mudah-mudahan ukhuwah kita jangan pecah," tutur M Toha.

Plt Sekda Bangka Barat Effendi menuturkan segala masukan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir akan disampaikan ke Bupati Bangka Barat.

"Apa masukan dari bapak-bapak mungkin nanti juga akan kami sampaikan kepada atasan kami ya," tukas Effendi.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL