Kemenkominfo Sosialisasi Genbest di Bangka

Dwi H Putra    •    Kamis, 07 November 2019 | 13:26 WIB
Lokal
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Koordinator Nasional Penurunan Prevalensi Stunting melaksanakan sosialisasi generasi bersih dan sehat (Genbest), sebagai salah satu upaya pencegahan dan penurunan stunting di Bangka.(dwi/wb)
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Koordinator Nasional Penurunan Prevalensi Stunting melaksanakan sosialisasi generasi bersih dan sehat (Genbest), sebagai salah satu upaya pencegahan dan penurunan stunting di Bangka.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Koordinator Nasional Penurunan Prevalensi Stunting melaksanakan sosialisasi generasi bersih dan sehat (Genbest), sebagai salah satu upaya pencegahan dan penurunan stunting di Bangka.

"Masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan baik apa itu stunting, karena kurangnya komunikasi dan informasi terkait hal ini, akhirnya banyak orang tua yang tidak mengetahui apa itu stunting, sehingga anak-anak yang kena imbasnya," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, DR Wiryanta MHPhi di Sungailiat, Kamis (7/11/2019).

"Maka dari itu untuk mencegah stunting, kami dari Kemenkominfo melaksanakan sosialisasi kepada generasi muda di Forum Genbest," ujarnya.

Menurutnya, pasalnya para remaja inilah yang nantinya akan menjadi orang tua, kesehatan remaja masa kini merupakan investasi di masa depan untuk melahirkan generasi Indonesia selanjutnya yang bebas stunting.

Apalagi, tahun 2030 mendatang Indonesia akan mengalami bonus demografi, oleh karena itu remaja memiliki peranan penting dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia.

"Saat ini masih banyak remaja yang tidak memperhatikan kebutuhan gizi serta menjalankan diet tanpa memperhatikan asupan gizi, akibatnya memicu terjadinya kurang dari atau anemia," jelas Wiryanta.

"Melalui Forum Genbest peserta mendapatkan edukasi tentang stunting, wawasan pemenuhan gizi seimbang dan cara menjalani pola hidup sehat, seusai mengikuti Genbest para remaja Bangka dapat menjadi agen komunikasi dan sosialisasi pencegahan stunting melalui tatap muka maupun media sosial," paparnya.

Sementara, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka, Akhmad Mukhsin, mengatakan kegiatan ini sangat penting bagi bersama terutama remaja putri, jika gizi remaja putri tidak diperbaiki maka kedepan banyak calon ibu hamil yang kekurangan energi kronis memperbesar v resiko anak yang dilahirkan terkena stunting.

"Gizi dan kesehatan merupakan modal dasar dan investasi suatu bangsa, karena gizi berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," jelas Akhmad Mukhsin.

"Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Bangka yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas," paparnya.

Ditambahkannya di Kabupaten Bangka prevalensi stunting bayi dua tahun hasil riset kesehatan tahun 2018 sebesar 18,2 persen dan pada bayi lima tahun sebesar 23,9 persen, sedangkan berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat terdapat 8,9 persen bayi dua tahun stunting.

"Di Kabupaten Bangka berdasarkan riset kesehatan nasional tahun 2013 ada 10 desa stunting, pada tahun 2018 ini tinggal 5 desa diantaranya Saing, Air Duren, Neknang, Maras Senang dan Riding Panjang," terangnya.

"Tahun 2019 berdasarkan hasil data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi masyarakat ditetapkan 9 desa yakni Desa Jurung, Mendo, Kace Timur, Cengkong Abang, Kemuja, Penagan, Rukam dan Kota Kapur, namun untuk prioritas nasional tetap diintervensi 14 desa lokus stunting," pungkas Akhmad Mukhsin.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL