Masih Trauma, Wagub Babel Akui Didorong Penambang Hingga Jatuh

Endi    •    Kamis, 07 November 2019 | 21:25 WIB
Lokal
Suasana pasca kerusuhan penertiban tambang di Sijuk, Belitung. (Ist)
Suasana pasca kerusuhan penertiban tambang di Sijuk, Belitung. (Ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Pasca insiden bentrok antara penambang timah ilegal di kawasan Hutan Lindung, Sungai Singkelik Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, dengan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (2/11/2019) pekan lalu, masih menyisakan rasa trauma bagi Wakil Gubernur Babel, Abdul Fattah.

"Saya sudah katakan, itu akan berdampak pada spikologis yang cukup ada," kata Abdul Fattah, usai menggelar audiensi di DPRD Babel, Kamis (7/11/2019).

Wakil Gubernur yang menjadi saksi sekaligus korban penyerangan yang mengakibatkan 20 orang terluka dan belasan kendaraan operasional termasuk mobil dinas Wakil Gubernur dirusak, sulit menggambarkan situasi saat itu.

Wagub bersama Satpol PP yang terkepung massa bersenjata tajam dan pentungan, juga mengaku di intimidasi dan mendapat kekersan fisik berupa dorongan yang membuat dirinya terjatuh.

"Kalau itu (dipukul,-red) aku gak kena, cuma ada di dorong sampai seduduk (jatuh)," ungkapnya.

Walaupun mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut, orang nomor dua di Provinsi Babel itu, sudah mulai kembali berdinas sejak Selasa kemarin, atau tiga hari pasca insiden penyerangan itu.

"Saya sudah masuk kerja sejak Selasa kemarin," tukasnya.

Kasus ini masih dalam penyidikan Polda Babel dan Polres Belitung. Untuk sementara polisi sudah memeriksa 10 orang terkait peristiwa



1   2