Dishut Babel Akui 200 Ribu Hektar Lahan Rusak

Dwi H Putra    •    Jumat, 08 November 2019 | 16:57 WIB
Lokal
Kepala Dinas Kehutanan Bangka Belitung, Marwan.(dwi/wb)
Kepala Dinas Kehutanan Bangka Belitung, Marwan.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendata sekitar 200 ribu hektar lahan dan hutan rusak akibat pertambangan dan pembalakan liar.

"Di Babel hutan dan lahan yang rusak ada 200 hektar dan baru sekitar 3.000 hektar hutan atau lahan yang ditanam kembali, baik oleh Departemen Kehutanan maupun secara sosial," kata Kepala Dinas Kehutanan Babel, Marwan di Sungailiat, Jumat (8/11/2019).

"Sejak dilaksanakan penanaman tahun 2017 lalu, sampai saat ini kami terus berusaha untuk memenuhi perbaikan kerusakan itu bekerjasama dengan berbagai pihak," ujarnya.

Selain itu, akibat kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini setidaknya puluhan hektar lahan rusak baik di Bangka maupun di Belitung, kerusakan itu lebih banyak di Belitung sedangkan di Bangka sepertiga dari semua kerusakan.

"Akibat kebakaran hutan dan lahan ada sekitar 50 lebih hektar lahan yang rusak, kami terus berusaha meminimalisir hal ini," terang Marwan.

Pihaknya sangat menyambut baik apa yang dilaksanakan Yayasan Bangka Alam Lestari (YBAL) dengan mendirikan sekolah alam, yang memberikan edukasi kepada anak-anak supaya menjaga alam dan lingkungan sangat penting demi kehidupan.

"Ini sangat baik sekali, kami sangat mendukung apa yang dilaksanakan YBAL, selain menanam pohon dengan adanya sekolah alam ini kami harap kesadaran masyarakat menjaga alam bisa lebih baik lagi," tukas Marwan.(dwi/wb)