Puluhan Warga RW 12 Menolak Pisah dari Kelurahan Menjelang

Puluhan warga RW 12 Kampung Menjelang Kelurahan Tanjung berkumpul di Balai Pertemuan, Rabu (06/11/2019) malam lalu. Mereka menolak tapal batas Kampung Menjelang Baru dipisah dari Bakal Kelurahan Menjelang.(ist)
Puluhan warga RW 12 Kampung Menjelang Kelurahan Tanjung berkumpul di Balai Pertemuan, Rabu (06/11/2019) malam lalu. Mereka menolak tapal batas Kampung Menjelang Baru dipisah dari Bakal Kelurahan Menjelang.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Puluhan warga RW 12 Kampung Menjelang Kelurahan Tanjung berkumpul di Balai Pertemuan, Rabu (06/11/2019) malam lalu. Mereka menolak tapal batas Kampung Menjelang Baru dipisah dari Bakal Kelurahan Menjelang.

Rencananya Kelurahan Tanjung akan melakukan pemekaran dengan dibagi menjadi tiga, yakni Kelurahan Tanjung, Kelurahan Keranggan, dan Kelurahan Menjelang.

Warga RW 12 Kampung Menjelang tersebut jika nantinya setelah pemerkaran, mereka bergabung dengan Kelurahan Keranggan. Mereka ingin tetap menjadi bagian dari Kelurahan Menjelang.

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua RW 12 dan RT Kampung Menjelang, anggota Unit Intelkam Polsek Muntok, Bhabinkamtibmas, Tokoh masyarakat, dan puluhan Masyarakat Kampung Menjelang Baru RW12 sekitar 50 orang.

Ketua RW 12 Kelurahan Tanjung, Effendi menuturkan warga datang karena sebenarnya pertemuan pembahasan tapak batas ini akan digelar di Kantor Lurah Tanjung namun karena belum ada kejelasan waktu pertemuan maka warga berinisiatif langsung mempertanyakan ini.

"Iya masyarakat berpikir bahwa yang mengatur tapak batas ini RT atau RW padahal  ini dari tata pemerintahan. Cuman karena sampai sekarang rencana membahas ini belum ada jadwal karena Pak Lurah masih banyak kegiatan jadi sampai sekarang belum, maka masyarakat malam kemarin itu datang langsung bicarakan ini" jelas Effendi ketika dikonfirmasi, Jumat (08/11/2019).

Effendi mengatakan pihaknya menerima audiensi masyarakat itu dan berjalan tertib namun hanya bisa menampung aspirasi warga karena tidak memiliki kewenangan apapun terhadap kebijakan tersebut.

"Masyarakat menolak dipecah ke Kelurahan Kampung Keranggan Atas karena kata mereka itu warga Menjelang agar tetap menjadi warga Menjelang. Karena kan hidupnya bersampingan selama ini dan juga RT nya berdekatan, itu jadi pengennya jangan dipisah," jelas Effendi.

Effendi menyampaikan masyarakat Menjelang mendukung penuh pemekaran Kelurahan Tanjung asalkan warga Menjelang tetap menjadi Kelurahan Menjelang maka batas wilayah yang lama jangan diubah-ubah.

Namun Masyarakat sempat menyayangkan pemasangan patok yang tidak di sosialisasikan terlebih dahulu dan segera meminta pihak-pihak terkait untuk menjelaskan hal tersebut.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL