Peringati Maulid Nabi, Warga Pudingbesar Gelar Tradisi Cukur Masal Rambut Bayi

Endi    •    Sabtu, 09 November 2019 | 17:57 WIB
Lokal
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, warga di Desa Pudingvesar, Kecamatan Puding, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (9/11/2019), menggelar tradisi cukur rambut bayi secara masal.(dag/wb)
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, warga di Desa Pudingvesar, Kecamatan Puding, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (9/11/2019), menggelar tradisi cukur rambut bayi secara masal.(dag/wb)

PUDING,www.wowbabel.com --Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, warga di Desa Pudingvesar, Kecamatan Puding, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (9/11/2019), menggelar tradisi cukur rambut bayi secara masal.

Tradisi yang sudah turun temurun digelar tersebut, sebagai simbol pengesahan nama bayi agar membawa berkat dan berguna bagi orang banyak dikemudian hari.

Pantauan wowbabel.com, sejak pagi hari para orang tua yang membawa anak bayi mereka, sudah mengantre di pintu masuk Masjid Jamik Nurul Huda tempat digelarnya kegiatan.

Lantunan sholawat yang dilantunkan para sesepuh desa, bergema disepanjang gelaran ritual.

"Ini tradisi nenek moyang kita untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Pagi ini kami adakan bersama anak cucu kami yang ingin mengesahkan namanya," kata Ketua Mesjid, Muhammad Faruk.

Untuk mengikuti tradisi moyang warga disini, para orang tua harus melengkapi peralatan ritual seperti kelapa muda, gunting, beras dan uang sumbangan suka rela.

"Beras bertujuan agar beras yang disumbangkan itu anak mendapat berkah dari Allah untuk di kemudian hari. Dan air kelapa yang dibawa orang tua agar anak mendapat berkat, karena air kelapa itu manis, Insya Allah perangai, budi pekerti anak yang disahkan namanya itu manis seperti air kelapa muda itu, inilah makna jelas yang terkandung dari apa yang kami laksanakan ini," jelasnya.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi ini, sudah digelar



1   2