Tetris Challenge, Cara Unik Pemuda di Babel Peringati Hari Pahlawan

Endi    •    Minggu, 10 November 2019 | 17:17 WIB
Lokal
Deman Tetris Challenge yang sedang digandrungi seluruh belahan dunia, menginspirasi Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Babel, untuk memperingati Hari Pahlawan 2019 dengan cara ini.(wb)
Deman Tetris Challenge yang sedang digandrungi seluruh belahan dunia, menginspirasi Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Babel, untuk memperingati Hari Pahlawan 2019 dengan cara ini.(wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari pahlawan nasional yang jatuh tepat 10 November.

Di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), deman Tetris Challenge yang sedang digandrungi seluruh belahan dunia, menginspirasi Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Babel, untuk memperingati Hari Pahlawan 2019 dengan cara ini.

Tidak hanya anak-anak dan kaum muda, peragakan gerak unik ala Tetris Challenge ini, juga menarik minat beberapa instansi untuk ikut menuangkan kreatifitasnya, seperti pecinta alam, olahragawan, anak-anak sekolah dan BPBD.

Pantauan di lokasi, para peserta yang terdiri dari kelompok-kelompok sesuai aktifitas kesehariannya, membentuk formasi-formasi tetris yang kreatif dan lucu, sayangnya hanya dapat jelas terlihat secara vertikal dengan bantuan kamera drone.

"Kegiatan ini kita melibatkan rekan-rekan pencinta alam, penanggulangan bencana, tagana, anak-anak sekolah dan olahragawan. Diharapkan dengan tema nasional (Aku Pahlawan Masa Kini), bisa menggugah seluruh pemuda di Indonesia agar selalu siap menjadi pahlawan masa kini," kata Ketua DPD KNPI Babel, Muhammad Irham, Minggu (10/11/2019).

Tak hanya itu, KNPI Babel juga melibatkan anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang.

Muhammad Irham, mengtakan, hari pahlawan merupakan moment yang tepat untuk membangkitkan semangat dan jiwa patriotisme masyarakat, terutama anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di lapas khusus anak.

"Kepedulian dan perhatian akan membuat anak-anak ini merasa masih diterima di masyarakat dan diberi kesempatan dan motivasi untuk mereka menjadi pahlawan di masa mendatang," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kalapas Khusus Anak Kelas II Pangkalpinang, Suyatno. Menurutnya, kegiatan-kegiatan yang kaya kreatifitas dan kolektifitas serta menyenangkan seperti membuat tetris challenge, sangat berguna bagi pembinaan mental dan moral anak-anak binaan.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk merangkul warga binaan, sehingga mereka dapat memiliki rasa tanggungjawab dan kepedulian terhadap masyarakat, lingkungan dan negara," tukasnya.(dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE