Pemadaman Listrik di Belitung Meresahkan

Tim_Wow    •    Rabu, 13 November 2019 | 15:15 WIB
Ekonomi
Ketua DPD KNPI Belitung, Muhammad Hafrian Fajar alias Jarwo. (Ist)
Ketua DPD KNPI Belitung, Muhammad Hafrian Fajar alias Jarwo. (Ist)

TANJUNGPANDAN, www.wowbabel.com - Pemadaman listrik di Kabupaten Belitung secara bergiliran meresahkan warga. Upaya masyarakat melaporkan masalah pemadaman ke PLN belum membuahkan hasil.

"Tidak hanya komplain ke PLN saja, tetapi melapor kepada wakil rakyat pun masyarakat sudah lakukan terkait keluh-kesah pemadaman lampu yang tak kunjung ada solusi perbaikan, pemerintah daerah pun tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Padahal jelas listrik adalah bahan pokok  dalam berkehidupan," kata Ketua DPD KNPI Belitung, Muhammad Hafrian Fajar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/11/2019). 

Pemerintah daerah, kata Hafrian yang biasa disapa Jarwo, tidak berdaya berhadapan dengan persoalan listrik di Belitung.

"Permasalahan lambat diselesaikan, ketegasan tidak terlihat, siapa yang rugi jika hal ini dibiarkan berlarut-larut. Tentu saja masyarakat. Di sektor ekonomi, para pengusaha kecil banyak mengeluh merugi karena terganggu usahanya akibat seringnya pemadaman aliran listrik akhir-akhir ini," ujar Jarwo.

Apalagi Belitung sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan investasi untuk mengembangkan sektor ini.

"Jangankan mengundang investor untuk datang turut-serta mengembangkan sektor tersebut, pelancong yang datang pun akan merasa sangat terganggu dengan permasalahan listrikyang tak kunjung terselesaikan ini," imbuhnya.

Menurutnya, sudah saatnya Belitung berdaulat dalam hal energi. Desentralisasi energi (distributed power generation) perlu menjadi sorotan pemerintah daerah dan dijadikan rencana pembangunan kedepan yang progresif, dengan mengembangkan pembangkit listrik sendiri yang disokong oleh energi baru terbarukan (EBT), dimana sumber daya alam yang  dimiliki  baik  energi matahari, angin dan gelombang air laut. 

"Ini semua dapat dikembangkan menuju kedaulatan energi di Kabupaten Belitung. Sehingga kita tidak tergantung sepenuhnya dengan keberadaan penyedia energi yang terpusat. Memang membutuhkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Tetapi, untuk menuju masyarakat yang Berdikari akan energi ini perlu dikampanyekan secara meluas. Sehingga, ketersediaan energi listrik sebagai kebutuhan pokok masyarakat Belitung di era revolusi industri 4.0 ini dapat terpenuhi. Percuma kita gembor-gemborkan pembangunan pariwisata, kalau untuk beraktivitas saja sering terganggu oleh pemadaman aliran listrik dengan alasan mesin yang rusak dan segala hal yang menyertainya," ungkap Jarwo. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL