Edhy Prabowo Sebut Nelayan Babel Harusnya Sejahtera

Endi    •    Sabtu, 16 November 2019 | 21:31 WIB
Lokal
Menteri KKP, Edhy Prabowo saat melihat alur muara Jelitik Sungailiat bersama Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. (Dag/wowbabel)
Menteri KKP, Edhy Prabowo saat melihat alur muara Jelitik Sungailiat bersama Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. (Dag/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Konflik kepentingan antara nelayan dan penambang pasir timah di laut, memang sulit untuk dihindari. Meski belum sempat terjadi benturan fisik, namun dua hal yang bertentangan ini harus dapat berjalan tanpa saling merugikan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo berharap ada solusi terbaik untuk mengatasinya. Apalagi Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan yang sangat strategis karena terletak paling dekat dengan Jakarta.

Dengan luas wilayah perairannya yang mencapai 80 persen dari total wilayah daratannya, kata Edhy, kondisi ini jika dimanfaatkan secara optimal akan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat terutama para nelayan.

"Babel ini wilayahnya 80 persen adalah laut, masa tidak mampu menghadapi masyarakatnya, masa nelayan tidak bisa sejahtera," kata Edhy, di sela kunjungannya ke Babel, Sabtu (16/11/2019).

Sementara terkait keberadaan Kapal Isap Produksi Timah maupun penambangan timah liar yang sering berbenturan dengan kepentingan nelayan, Edhy berjanji akan memanggil dirut PT Timah, guna memastikan eksploitasi timah harus dilakukan secara bijaksana, tanpa harus mengakibatkan kerusakan yang tidak terkendali.

"Bukannya sendiri harusnya kasih contoh yang baik dong. Kita akan panggil PT Timah, ini kan ada potensi keuangan yang bisa meningkatkan penerimaan negara dapat kita lakukan, tapi juga tidak merusak lingkungan," jelasnya.

Edhy berharap, perda zonasi yang sedang dibahas oleh pemerintah daerah bersama DPRD, dapat mengatasi permasalahan tersebut, karena pembagian wilayah kerja merupakan solusi terbaik agar kedua sektor ini tetap dapat berjalan tanpa saling mengganggu.

"Kita tentukan zonasinya dulu kan kita belum tahu mana yang legal dan illegal, dengan adanya perda tersebut jadi tahu mana kawasan yang boleh ditambang mana yang tidak," tukasnya. (dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL