Korban Arisan Bodong Ngadu ke DPRD Bangka

Dwi H Putra    •    Senin, 18 November 2019 | 15:40 WIB
Lokal
Sejumlah ibu rumah tangga  korban arisan bodong atau penipuan yang dilakukan DJP salah seorang honorer di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Bangka, mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka.(dwi/wb)
Sejumlah ibu rumah tangga korban arisan bodong atau penipuan yang dilakukan DJP salah seorang honorer di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Bangka, mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Sejumlah ibu rumah tangga korban arisan bodong atau penipuan yang dilakukan DJP salah seorang honorer di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Bangka, mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka.

Mereka mengadukan penyelesaian yang tidak kunjung selesai walau pun hal itu sudah dilaporkan ke Polres Bangka.

Wakil Ketua Satu DPRD Bangka, Mendra Kurniawan, terkait kedatangan korban arisan bodong ini mengatakan korban diminta membuat surat secara resmi kepada DPRD Bangka.

"Jangan secara lisan seperti ini, silakan buat pengaduan tertulis, kami akan tindak lanjuti nantinya untuk mediasikan hal ini," kata Mendra di Sungailiat, Senin (18/11/2019).

Lanjut Mendra, jika memang nanti Sekretariat DPRD Bangka sudah menerima laporan tertulis, maka akan ditindaklanjuti dengan memanggil terlapor dan pihak lainnya.

Sementara itu, salah seorang korban arisan bodong atau penipuan asal Desa Payung Kecamatan Payung, Mery, mengatakan permasalahan arisan ini sudah berlangsung selama satu tahun, sejumlah korban sudah berupaya menyelesaikan hal ini secara kekeluargaan dengan DJP tapi belum juga terselesaikan.

"DJP ini salah seorang honorer dinas di Bangka, kami sudah temui untuk menyelesaikan hal ini secara kekeluargaan tapi belum selesai juga," kata Mery usai mendatangi DPRD Bangka.

Dijelaskannya puluhan orang menjadi korban arisan bodong atau penipuan yang dilakukan DJP, dengan jumlah arisan mulai dari puluhan hingga ratusan juta.

"DJP ini mengaku sebagai owner arisan, ada member yang mau jual arisan tarikan setiap bulan sebesar Rp 1,5 sedangkan dapatnya Rp 2 juta artinya ada keuntungan ada Rp 1 juta, jadi banyak ikut dengan jumlah besar juga," papar Mery.

"Tiba-tiba diberhentikan sepihak, korbannya 50an orang dengan total kerugian sebesar Rp 600 juta," terangnya.

Ditambahkannya jika memang ada pengembalian masih diterima, apabila tidak ada pengembalian maka diharapkan DJP di proses sesuai hukum berlaku.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL