PMII UBB Kecam Aksi Penyerangan Sekretariat PMII Makassar

Rio Saputra, Ketua Umum PMII Komisariat UBB. (Ist)
Rio Saputra, Ketua Umum PMII Komisariat UBB. (Ist)

MUNTOK, www.wowbabel.com - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Bangka Belitung (PK PMII UBB) mengecam aksi penyerangan di sekretariat PMII Cabang Makassar oleh orang tidak dikenal pada Minggu (17/11/2019) dini hari.

“Atas nama PMII Komisariat UBB kami sangat mengecam dan mengutuk pelaku aksi penyerangan terhadap sahabat-sahabat kami yang ada di Makassar, karena tidak ada satu alasanpun untuk membenarkan dan membiarkan masalah ini begitu saja terjadi. Maka kami mendesak pihak berwajib harus segera mengusut secara tuntas dan menangkap pelakunya,” ucap Rio Saputra, Ketua Umum PMII Komisariat UBB dalam pernyataan sikapnya, Rabu (20/11/2019).

Rio menganggap penyerangan tersebut sebagai tindakan bermental teroris karena PMII yang merupakan organisasi kemahasiswaan, yang didirikan oleh para tokoh-tokoh NU yang tujuannya jelas untuk agama, bangsa dan negara Indonesia, bahkan rela mati untuk menjaga bangsa ini.

“Jadi, menyerang PMII sama saja menyerang salah satu simbol negara, PMII itu organisasi yang jelas dan tidak pernah berbuat masalah di negara ini, jangan ada satupun yang mau coba- coba merusak nama baik PMII, sampai ke liang lahatpun akan kami kejar," kecamnya.

Rio akan meminta PB PMII untuk melakukan upaya-upaya hukum terhadap siapapun pelakunya dalam insiden ini, supaya peristiwa ini tidak terjadi lagi dimanapun, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya dan di seluruh penjuru negeri umumnya.

Rio menuturkan, pada aksi penyerangan tersebut terdapat seorang korban yang merupakan kader PMII berinisial AM yang terkena busur panah di bagian perut dan di bawah mata kiri. Selain kerusakan sekretariat, juga ditemukan Bom Molotov di ruang tamu serta beberapa anak panah dan sebuah jam tangan yang diduga milik pelaku.

"Dalam keterangan para saksi bahwa kejadian ini membuat para penghuni sekretariat bingung sebab tidak ada masalah apapun baik secara organisasi maupun personal kader itu sendiri. Apalagi diketahui kondisi sekretariat saat kejadian dalam keadaan sepi dan hanya beberapa kader yang ada di dalam sekretariat yang juga posisinya lagi tertidur," tutupnya. (Rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL