Inafis : Data Sekunder Menunjukkan Ketiga Mayat di Muntok Adalah Warga Kepri

Chairul Aprizal    •    Selasa, 26 November 2019 | 20:51 WIB
Lokal
Petugas Dinsos Pemkab Bangka Barat sebelum melepas keberangkatan mobil yang mengangkut jenazah mayat yang ditemukan di perairan Muntok menuju RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. (Chairul/wowbabel)
Petugas Dinsos Pemkab Bangka Barat sebelum melepas keberangkatan mobil yang mengangkut jenazah mayat yang ditemukan di perairan Muntok menuju RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel.com - Kanit Inafis Polres Bangka Barat (Babar), Bripka Candra Bastian mengungkapkan identitas ketiga mayat yang ditemukan di perairan Muntok sudah mulai terkuak.

Candra mengatakan keluarga dari ketiga mayat datang langsung dari kepulauan Riau, untuk memastikan bahwa mayat tersebut adalah anggota keluarga mereka.

Tiga mayat saat ini (26/11/2019) berada di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk ditangani Dokkes Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

Adapun keluarga yang datang berjumlah lima orang yaitu, Irak (59) warga Kecamatan Concong, Kabupaten Indagiri Hilir, Gafar (47) warga Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Asmah (37), warga Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Halijah (49) warga Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga dan Azman (33), Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga.

"Belum pasti cuman inikan lagi nunggu dari keluarga korban ini, memang ada properti yang ditemukan kayak gelang, kalung, dan ku share via wa ke keluarga mereka langsung histeris," ujar Candra Selasa (26/11/2019) ketika dihubungi www.wowbabel.com.

Kanit Inafis menyebutkan, data sekunder menyebutkan terdapat kecocokan yang dikenali oleh keluarga, namun belum bisa diambil kesimpulan karena data primernya adalah tes DNA.

"Tadi sudah diambil sampel DNA dari ketiga jenazah nanti datang keluarganya diambil sampel juga, rencana mau dikirim ke pus Bidokkes Polri, disana ada Kabid DNA setelah itu hasilnya baru bisa diketahui," terangnya.

Candra menuturkan, ketiga mayat diduga warga kepulauan Riau yang menjadi korban adalah 1 nahkoda dan 3 ABK yang saat ini baru ditemukan hanya 3 orang, dan masih tersisa 1 orang lagi yang belum ditemukan.

Disampaikan keterangan Humas Polres Bangka Barat bahwa Kasat Polair Polres Babar dalam pesan singkat juga menyampaikan pihaknya menerima laporan dari Ketua DPC HNSI Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Distrawandi, bahwa ada Kapal nelayan yang hilang.

Dalam pesan singkat tersebut, Distrawandi, melaporkan bahwa kapal nelayan dengan nama KM ABADI II GT 6 (Nelayan Bubu ketam) yang dinahkodai oleh Heri (37), dan tiga orang ABK atas nama, Darul (26), Tomi umur (25), Arul (19), berangkat pada tanggal 2 November 2019 dari pulau Mas tujuan laut Sayak, namun sudah putus kontak, pada tanggal 11 November 2019 saat pemilik kapal menguhubungi Nahkoda KM ABADI II. (Rul).



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL