OPINI : Kaya Kog Dari Hasil Penggelapan Dana Jemaah Haji dan Umroh?

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 26 November 2019 | 22:43 WIB
Opini
Suti Hayati, Windi Afriani Azhari,  Zaini Gani, Mila Novriani dan Widya Ika Juliana dari Mahasiswa Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi. (ISt)
Suti Hayati, Windi Afriani Azhari, Zaini Gani, Mila Novriani dan Widya Ika Juliana dari Mahasiswa Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi. (ISt)

PENGGELAPAN dana merupakan suatu tindakan tidak jujur dengan menyembunyikan harta orang lain oleh satu orang atau lebih tanpa sepengetahuan pemilik barang dengan tujuan tertentu. Kata – kata seperti Penggelapan Dana, telah tidak asing lagi bagi kita untuk didengar di negeri ini. Penggelapan Dana tidak hanya ada di Pemerintahan saja, juga ada diberbagai entitas – entitas lainnya seperti di Perusahaan, Komunitas, dan sebagainya.

First Travel adalah biro perjalanan wisata, dibawah bendera CV First Karya Utama yang didirikan pada 1 Juli 2009. First Travel pada awalnya hanya menawarkan layanan perjalanan wisata domestik dan internasional untuk klien perorangan maupun perusahaan. Baru pada tahun 2011, First Travel merambah bisnis perjalanan ibadah umroh di bawah bendera PT First Anugerah Karya Wisata, dan berkembang pesat dari tahun ke tahun.

Setelah 6 tahun berjalan, gelagat aneh dari First Travel mulai tercium pertama kali oleh Kementerian Agama yang memantau bahwa ada yang aneh dari model bisnis First Travel. Hal aneh ini berawal dari gagalnya First Travel memberangkatkan jamaah haji. Pada tahun 2017 yang lalu, telah terjadi berita fenomenal mengenai Penggelapan Dana para Jemaah Haji dan Umroh oleh oknum First Travel.

Dilansir dari Kompas.com (17/10/2019), penggelapan tersebut dilakukan oleh Andika Surachman sebagai Direktur Utama dan Anniesa Hasibuan sebagai Direktur serta Siti Nuraidah Hasibuan sebagai Direktur Keuangan. Diperkirakan ker



1   2      3      4