APBD Beltim 2020 Tembus Rp1 Trilyun

Bupati Beltim saat menandatangani Perda APBD 2020 di Ruang Sidang DPRD Beltim. (Fauzi Akbar/Diskominfo)
Bupati Beltim saat menandatangani Perda APBD 2020 di Ruang Sidang DPRD Beltim. (Fauzi Akbar/Diskominfo)

MANGGAR, www.wowbabel.com - DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Beltim tahun anggaran 2020 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Beltim.

Seluruh juru bicara dari 6 fraksi di DPRD menyatakan setuju dengan Rancangan APBD tahun anggaran 2020 saat Rapat Paripurna tentang Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Beltim terhadap Raperda RAPBD Tahun 2020 di Ruang Sidang DPRD Beltim, Rabu (27/11/2019).

Pendapatan pada APBD Kabupaten Beltim Tahun Anggaran 2020 ditetapkan sebesar Rp 913.509.634.959,67. Sedangkan untuk belanja APBD sebesar Rp 1.005.224.003.395,20.

Untuk Pembiayaan Daerah, Penerimaan Pembiayaan Daerah ditetapkan Rp92.714.368.435,53, pengeluaran Pembiayaan Daerah Rp 1.000.000.000,00 dan Pembiayaan Netto Rp 91.714.368.435,53.   

Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mengatakan jumlah belanja APBD tahun 2020 ini meningkat lebih banyak dari tahun 2019 lalu yang hanya mencapai Rp 982 milyar. Namun ditekankannya agar jangan semata-mata melihat peningkatan APBD saja, tapi harus diimbangi dengan serapan anggaran.

“Cuman yang terpenting masalah serapannya itu yang harus tinggi. Tidak guna APBD tinggi namun serapannya hanya 50 atau 60 persen,” kata Fezzi.

Fezzi menekankan APBD 2020 harus dapat terserap dengan baik dan membantu perputaran roda ekonomi serta mensejahterakan masyarakat Beltim. DPRD Beltim akan terus mengawasi penggunaaan dan serapan APBD.

“Kalau masalah pembahasan di komisi itu berjalan dengan banyak dinamika, Alhamdulillah hari ini semua sudah setuju. Yang kita soroti masalah serapan dan bagaimana APBD itu bisa memutar roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Terkait adanya selisih antara Pendapatan dengan Belanja pada APBD, Politisi PDI Perjuangan itu menyatakan defisit semu pada APBD 2020 dapat ditutup dengan SILPA atau sisa lebih pembayaran anggaran tahun 2019 ini.

"Kita tutup dengan SILPA tahun 2019. Sisa anggaran tahun ini kita masukkan ke APBD 2020, jadi anggarannya tetap balance,” jelas Fezzi. (Fauzi/DB)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL