Massa Tandingan Aksi Damai ke Pemkab Bangka

Dwi H Putra    •    Kamis, 28 November 2019 | 15:07 WIB
Lokal
Unjuk rasa masyarakat desa Mendo di kantor Bupati Bangka. (Dwi HP/wowbabel)
Unjuk rasa masyarakat desa Mendo di kantor Bupati Bangka. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Massa tandingan berjumlah ratusan orang menggunakan bus dan truk mengatasnamakan Himpunan Masyarakat Mendo Barat terkait penolakan aktifitas pembukaan lahan perkebunan milik investor di Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat, melakukan aksi damai di Kantor Bupati Bangka.

"Jumlah massa ini ada ratusan orang berasal dari Desa Mendo, Petaling dan Paya Benua dibawah Himpunan Masyarakat Mendo Barat," kata Koordinator Umum Aksi Perhimpunan Masyarakat Mendo Barat, Ibnu Hajar di Sungailiat, Kamis (28/11/2019). 

"Kami datang kemari untuk menyampaikan aspirasi langsung ke Bupati Bangka, Mulkan SH MH," ujarnya. 

Dijelaskannya ada empat poin penting yang disampaikan oleh Himpunan Masyarakat Mendo Barat diantaranya mempertanyakan legalitas terkait penggunaan kendaraan dinas oleh oknum ketika berunjuk rasa ke Kantor Bupati Bangka pada 27 November 2019, kemudian Himpunan Masyarakat Mendo Barat menolak keras keberadaan investor atau PT SAML yang masuk ke Mendo Barat. 

Selanjutnya, minta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka untuk menuntut pengembalian lahan dari investor kembali ke desa dan minta Pemkab Bangka untuk menindak tegas oknum yang menjual lahan desa sesuai hukum. 

"Pertama sangat tidak etis jika kendaraan dinas digunakan saat berunjuk rasa, apakah itu diperbolehkan sebab itu kendaraan milik negara," jelas Ibnu Hajar. 

"Poin-poin ini kami harap dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Bangka dala



1   2      3