Eksportir Keberatan Jika Ekspor Lada Putih Hanya Dari Bangka

Firman    •    Senin, 02 Desember 2019 | 23:11 WIB
Ekonomi
Rapat Banmus DPRD Babel. (Firman/wowbabel)
Rapat Banmus DPRD Babel. (Firman/wowbabel)

PANGKPINANG, www.wowbabel.com - Rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadi ekspor lada dari Bangka atau Belitung ditolak oleh eksportir. Banyak kendala yang akan dihadapi jika ekspor hanya dari Bangka.

Penegasan eksportir lada ini terungkap saat rapat di ruang Banmus DPRD Povinsi Bangka Belitung, Senin (2/12/2019).

Menanggapi rencana pemerintah provinsi agar ekspor lada putih (Muntok White Pepper) hanya dari Bangka atau Belitung yang disampaikan Saparuddin sebagai Staf Khusus Gubernur Babel.

"Bagi saya ekspor hanya di Bangka tolong dipikirkan, apalagi Belitung tidak bisa," kata Bambang salah satu eksportir lada saat rapat dengan DPRD Babel.

Bambang mengemukakan sejumlah kendala dialami, para eksportir lada untuk mengekspor lada dari Pelabuhan Pangkalbalam di Pangkalpinang.

"Untuk ekspor saya menggunakan  tongkang 40 feet  butuh waktu 50 hingga 60 hari sampai di tujuan. Untuk container digunakan adalah yang memiliki sirkulasi udara sebab kalau barang rusak kita kesulitan ekspor. Kalaupun ada container coolfeet dikirim 10 kali ada 30 hingga 40% bisa rusak. Kalau container rusak di Jakarta  kita bisa telepon ke ekspedisi lalu dua jam kemudian  diganti. Kalau ekspor melalui Pangkalpinang, container sampai di Bangka rusak apa yang bisa dikerjakan," ujar Bambang. 

Dia menjelaskan risiko yang akan ditanggung oleh eksportir lada bisa didenda bahkan pemotongan harga oleh buyer jika melewati jangka waktu kontrak akibat keterbatasan infrastruktur dan fasilitas di pelabuhan Pangkalbalam. Karena kapal pengangkut didatangkan dari Jakarta yang memakan waktu.

Sebelumnya Saparudin memaparkan rencana yang akan dilakukan oleh Pemprov Babel mengatasi masalah lada ini dengan menetapkan pelabuhan ekspor hanya di Bangka atau di Belitung.

"Untuk rencana yang akan dilakukan mengatasi persoalan lada di Babel ini, atas intruksi gubernur bagaimana mencoba ekspor  lada dari Bangka dan Belitung saja untuk  memudahkan kontrol dan mengetahui lada ini keluar bagaimana. Untuk dalam negeri lada yang dikirim produk yang sudah jadi supaya nilai lada meningkat," kata Saparudin saat memaparkan rencana  pemerintah daerah ini.

Kemudian, kata Saparudin langkah yang diarahkan gubernur yakni mengemas lada baik untuk ekspor maupun pemasaran  dalam negeri menggunakan karung berstandarisasi dengan indeks geografis (IG) muntok white pepper. Apalagi  ditemukan IG muntok white pepper digunakan perusahaan di Kalimantan. Lalu untuk penjualan lada lewat bursa sehingga transparan dan kompetitif. (Firman/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL