Eksportir Lada Ancam Tidak Akan Membeli Lada Petani Babel

Firman    •    Senin, 02 Desember 2019 | 23:16 WIB
Ekonomi
Rapat Banmus DPRD Babel terkait permasalahan harga lada. (Firman/wowbabel)
Rapat Banmus DPRD Babel terkait permasalahan harga lada. (Firman/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Salah satu eksportir lada Bangka Belitung, Bambang mengancam tidak akan membeli lada petani provinsi Bangka Belitung (Babel).

Hal itu disampaikan oleh Bambang saat menghadiri acara pertemuan terkait pembahasan mengenai turunnya harga lada di Babel, di Kantor Banmus DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (2/12/2019).

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Bangka Belitung, mengundang berbagai pihak seperti Direktur Utama BUMD Babel, Saparuddin, Ketua TP4L, Zaidan, Ketua BP3L, Zainal Arifin, Eksportir lada Babel, Kemenkumham Babel, Bea Cukai, Balai Karantina Pertanian dan Dinas terkait.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya sempat memanas antara ekspotir dan pihak BUMD.

Bambang yang merupakan eksportir lada Bangka Belitung mengatakan, "Kalau kayak gini kami tidak akan membeli lada petani, dan jika permasalahan ini tidak kunjung selesai. Jika kami para eksportir tidak diizinkan mengekspor lada, dan sebelum adanya kejelasan tentang aturan yang ada, maka pihaknya juga berhak menolak pembelian lada dari petani," ancam Bambang.

Selain itu dirinya juga menjelaskan, jika tidak membeli lada petani, terus bagaimana nasib para petani lada, dan ini akan menambah parahnya ekonomi masyarakat Babel.

"Kami juga mempertanyakan, data yang disampaikan Prof Udin, terkait produksi lada Babel yang mencapai angka 33 ribu ton itu dari mana," jelas Bambang saat menyampaikan pendapat di



1   2