Pamalayu Babel Membangun Peradaban Kolektif yang Kokoh

LDK Pamalayu Depok. (Ist)
LDK Pamalayu Depok. (Ist)

DEPOK, www.wowbabel.com - Persatuan Mahasiswa Melayu (Pamalayu) Babel menggelar pelatihan kader bagi Mahasiswa Babel yang ada di Depok, Jawa Barat.

"Orang-orang muda Melayu harus memperkuat dan memperteguh Keindonesiaan", ujar Marbawi A Katon, Pejabat Ketua Umum Pamalayu Babel ketika dimintai pendapatnya tentang pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Persatuan Mahasiswa Melayu Kepulauan Bangka Belitung ke-8 di Sawangan Depok tanggal 30 November - 1 Desember 2019.

Marbawi menambahkan bahwa memperkuat ke-Indonesiaan itu melalui dua jalur pengabdian. Pertama, terus berjuang di level nasional hingga internasional sebagai penggerak perubahan yang kompeten. Kedua, kembali ke daerah sebagai pengabdi lapangan langsung yang bersentuhan dengan warga, baik sebagai aparat pemerintahan maupun swasta. Dua-duanya dilakukan secara simultan dengan Pancasila sebagai landasan permanen berbangsa dan bernegara.

"Sejak didirikan 6 Juni 2004 lalu, Pamalayu Babel terus fokus membina sumberdaya manusia unggul dengan mandiri dan rasa persaudaraan yang kental. Tujuan berpamalayu bukanlah untuk semata karier individual, tapi yang lebih pokok adalah membangun peradaban kolektif yang kokoh, alias membangun bangsa unggul," tegas Marbawi.

Sebagai catatan misalnya, secara akademik kini sudah dua orang anggota Pamalayu yang berhasil mencapai gelar doktor. Dan banyak lainnya yang kini sedang menuju ke jenjang tertinggi tersebut. Beberapa lainnya mengabdi sebagai aktivis sosial, politisi, penyelenggara pemilu, aparatur sipil negara, dan tak lupa yang berwirausaha, di tingkat nasional maupun daerah. Semuanya dalam misi yang sama, yaitu unggul bersama-sama demi bangsa.

"Orang-orang Melayu Bangka Belitung terkenal dengan "falsafah kawa" sebagai basis mental untuk pemajuan potensi diri maupun kolektif. Falsafah ini akan ditanamkan lebih dalam melalui LKD kali ini. Namun demikian, karena kita hidup di era digital, maka peserta juga dibekali materi cerdas berdigital disamping sukses secara akademik. Intinya, Pamalayu hanya membuka jendela. Merekalah yang selanjutnya bergerak terus dalam koridor sampai menemui cahaya kesuksesan di ujung sana," ujarnya.

Salah satu bukti kawa itu misalnya ada peserta yang terbang langsung dari Bangka demi hadir ikut LKD. Tiga mahasiswa Muhammad Rizki Hambali, Faisal Cholid (keduanya dari UBB), dan Gusti Rinaldi Putra (STMIK Atma Luhur) secara mandiri dan sukarela untuk bergabung.

"Motivasi kami adalah untuk terus membangun kemampuan kepemimpinan, baik selaku mahasiswa maupun pemuda, melalui Pamalayu Babel. Dengan organisasi ini diharapkan, jejaring seluruh mahasiswa Melayu Babel se-Indonesia dapat terjahit sebagai sebuah kekuatan potensial membangun daerah di masa depan. Kami juga berharap agar mahasiswa, terutama yang berkampus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa bergabung bersama Pamalayu," pungkas Rizki mewakili teman-temannya.

"Pesan saya kepada mahasiswa pada umumnya, tetaplah optimis menatap masa depan. Segala kesulitan di hadapan mata hanyalah sebagai pelecut untuk berkembang. Syukurilah," demikian tutup Marbawi. (rel)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL