Warga Air Jukung Belinyu Tolak Tambak Udang

Dwi H Putra    •    Senin, 02 Desember 2019 | 23:05 WIB
Ekonomi
Warga Air Jukung berdialog dengan anggota DPRD Bangka. (Dwi HP/wowbabel)
Warga Air Jukung berdialog dengan anggota DPRD Bangka. (Dwi HP/wowbabel)

SNGAILIAT, www.wowbabel.com - Perwakilan warga Air Jukung Kelurahan Air Jukung Kecamatan Belinyu, mendatangi DPRD Bangka untuk menyampaikan penolakan tambak udang milik CV Makmur Budidaya Hamparan Lestari yang membabat mangrove dan mengancam pemukiman warga. 

"Waktu pembukaan tidak ada sosialisasi kemudian sampai perizinan kami nggak tahu, sudah ada ada pembukaan lahan dilakukan di daerah Sungai Pasir Jalan Pahlawan 12 Belinyu berjalan kurang lebih dua bulanan ini," kata Irvandi didampingi dua rekannya Rusmanto dan Revian Rasyid usai bertemu Wakil Ketua 1 DPRD Bangka di Sungailiat, Senin (2/12/2019). 

Lanjutnya, pihaknya pun menyerahkan pernyataan penolakan hingga peta dan foto lokasi keadaan mangrove yang telah dibabat. 
Menurut warga, walaupun sudah ada penolakan tetapi pihak pengusaha tidak mengindahkan untuk tambak udang yang izinnya dari tahun 2018 itu.

"Perizinan itu harusnya sosialisasi ke masyarakat melibatkan unsur masyarakat, tokoh masyarakat, dampak besar bagi kami pertama dekat dengan pemukiman, mangrove apabila dihabiskan saat angin barat bisa menghantam pemukiman penduduk," jelasnya. 

Selain itu, vegetasi mangrove merupakan tempat mata pencaharian masyarakat pesisi, karena ada habitat kepiting dan udang.

"Kami minta mangrove ditanam seperti semula, kami dari lahir sampai besar ini tidak pernah konflik-konflik dengan warga," paparnya. 

"Artinya kami tidak anti investasi apabila ada manfaatnya untu



1   2