IG Lada Putih Dimiliki BP3L, Tidak Bisa Diintervensi Pemerintah

Firman    •    Selasa, 03 Desember 2019 | 13:58 WIB
Lokal
Rapat Dengan pendapat mengenai lada di Ruang  Banmus DPRD  Bangka Belitung, Senin (2/12/2019).(fn/wb)
Rapat Dengan pendapat mengenai lada di Ruang Banmus DPRD Bangka Belitung, Senin (2/12/2019).(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Indeks Geografis  (IG) Muntok White Pepper (Lada Putih Muntok) menentukan reputasi komuditas lada dimiliki oleh Badan Penelitian, Pengelolaan dan Pengembangan Lada (BP3L) yang dipimpin oleh Zainal Arifin sesuai dengan Surat Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia. Keberadaan BP3L dibentuk tahun 2010 oleh Zainal tak bisa dibubarkan bahkan diintervensi oleh pihak manapun.

“IG lada putih pemiliknya adalah pemohon, pemohonnya  BP3L tahun 2010 saat sertifikat diterbitkan oleh Kumham. Belum ada perubahan. Kalau ada perubahan putusan menteri oleh menteri sesuai dengan undang-undang, jadi pemiik IG lada putih masih BP3L tahun 2010,” kata Riyaldi, Ketua Asosiasi IG Indonesia memberikan keterangan dalam rapat dengan DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (2/12/2019).

Setelah BP3L yang diketuai Zainal Arifin memdapatkan IG lada putih, Kemenkumham meminta agar BP3L menjadi badan hukum sehingga lebih efektif menjalankan tugasnya untuk memberikan pelayanan kepada anggota BP3L

Riyaldi kemudian menegaskan perubahan apapun dalam organisasi BP3L dilakukan oleh organisasi yang sudah berbadan hukum itu sendiri. 

“Tidak ada intervensi dari manapun, termasuk pemerintah. Hak IG sesuai Undang Undang tahun 2016 tidak dialihkan kepada pihak lain. Aset BP3L merupakan hasil upaya BP3L. Semua murni milik BP3L. Dengan demikian tidak bisa diambil alih,” tukas Riyaldi.

Dia juga menambahkan jika nama Lada Putih Muntok White Pepper ada dimana saja, bahkan di dunia agar semua orang tahu jika lada putih terbaik  ada syarat yang harus dijamin dengan catatan barangnya dari Bangka Belitung.

“Kalau mau jual yang asli dari Babel,” imbuh Riyaldi.

Sedangkan menurut Zaidan, Ketua Tim Investigasi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Lada Bangka Belitung, IG Muntok White Pepper seharusnya milik masyarakat, bukan milik organisasi termasuk Badan Penelitian, Pengelolaan dan Pengembangan Lada (BP3L) yang dibentuk oleh  Zainal Arifin.

Zaidan mengatakan pada awalnya  BP3L dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2009. BP3L yang baru terbentuk  dapat mengajukan dan mendapatkan Hak Paten Indikasi Geografis (IG) Muntok White Pepper.

Seiring waktu,  Zainal Arifin sebagai Ketua BP3L merangkap juga Ketua Asosiasi Eksportir Lada Indonesia (AELI) membentuk BP3L dengan Akte Notaris tanpa didahului adanya berita acara kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Babel.

“ Kemudian di dalam Akte Notaris tersebut tidak ada sama sekali keterkaitan dalam pembentukan BP3L versi Zainal ini dengan pembentukan awal BP3L versi pemerintah. Perlu diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Perundang -undangan IG adalah  milik masyarakat,” jelas Zaidan.

Karena ada indikasi kejanggalan, kata Zaidan  wajar  jika pemerintah provinsi  meminta keterangan kepada BP3L versi Zainal terkait pengelolaan BP3L dan IG serta para eksportir sebagai pemakai IG. (fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL