Bidang Sosial Bantah Tudingan Kurang Perhatian Bagi Disabilitas

Dwi H Putra    •    Rabu, 04 Desember 2019 | 21:54 WIB
Lokal
Aris Munandar. (Dwi HP/wowbabel)
Aris Munandar. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospemdes) Kabupaten Bangka membantah ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka terhadap kaum disabilitas.

Namun pihaknya mengapresiasi penyampaian yang dilakukan kaum difabel dari Yayasan Penyandang Disabilitas (YPD) Babel atas pendapat minimnya perhatian terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Bangka maupun Babel.

"Kami pernah ketemu (secara personal) saat ada pelatihan dari panti Palembang di Gedung Wanita, kami komunikasi lisan mengundang mereka ke kantor untuk mengetahui apa rencana mereka kedepan, tetapi mereka tidak pernah hadir," kata Kabid Sosial, Aris Munandar di Sungailiat, Rabu (4/12/2019).

"Pemkab Bangka pun telah memberi perhatian terhadap disabilitas melalui regulasi yang dituangkan dalam Perda Nomor 12 tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas," ujarnya.

Lanjutnya, penyelenggaraan Hari Disabilitas pun pernah dilakukan pada tahun 2018 yang mengundang penyandang disabilitas dengan menghadirkan salah satu penyandang disabilitas yang telah diirimkan ke Jakarta dan bekerja di Bank Permata, termasuk pencipta lagu Mars Disabilitas asal Bangka Tengah yakni Choky. 

Tidak hanya itu, beberapa bantuan disalurkan kepada kaum disabilitas seperti kursi roda, tongkat lansia dan kaki palsu yang di dianggarkan lewat APBD, ada juga advokasi sosial untuk bantuan modal UKM kepada 500 lebih penyandang disabilitas hingga pengiriman penyandang disabilitas untuk pelatihan ke panti di bawah Kementerian Sosial.

"Baru-baru ini ada empat orang yang kami kirimkan dan diterima bekerja dan diakhir tahun ini pada bulan Desember kami mengirimkan penyandang disabilitas ke Palembang untuk pelatihan," jelas Aris. 

Ditambahkannya juga dilakukan pelatihan tata boga lengkap dengan uang saku serta sarana prasarana termasuk juga dikirimkan 10 orang di pusat pelatihan Bogor yang diharap nanti akan dapat melatih 30 kaum disabilitas di Kabupaten Bangka dengan ilmu yang didapat dari Bogor. 

"Jadi bukan berarti kami mengabaikan mereka, kaum disabilitas di Bangka lebih kurang 1700-an dengan empat kategori yakni  mental, intelektual, fisik dan sensorik, 429 orang sudah kami bantu pada tahun 2019 termasuk bantuan dari baznas, perusahaan swasta, PT Timah hingga bank SumselBabel," terangnya.

Mengenai permintaan BPJS bagi kaum disabilitas sejauh ini Pemkab Bangka memberikan tetapi tidak untuk semua kaum disabilitas.

Pihaknya mengimbau bahwa dalam hal ini Pemkab Bangka memandang semua penyandang disabilitas itu adalah sama, yang diharap dapat bergandengan tangan untuk merencanakan sesuatu yang bisa dikerjakan kedepan, apalagi kedepan Dinas Sosial akan berdiri sendiri dan fokus berbicara sosial.

"Karena kami kalau bicara disabilitas ini hanya ada di bagian sosial dari pihak keluarga juga kami ingin keterbukaan, bahwa mereka punya keluarga penyandang disabilitas, mereka inginnya seperti apa," pungkasnya. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL