Magrizan Ikut Tolak KIP di Pantai Matras

Robby_Salim    •    Rabu, 04 Desember 2019 | 15:04 WIB
Lokal
Sejumlah warga Matras yang memprotes atau menolak keberadaan KIP di Pantai Matras, Selasa (3/12/2019) malam.(ist)
Sejumlah warga Matras yang memprotes atau menolak keberadaan KIP di Pantai Matras, Selasa (3/12/2019) malam.(ist)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Anggota DPRD Bangka, Magrizan menyatakan turut menolak KIP yang ingin beroperasi di Perairan Matras. Lantaran hal ini membuat pro dan kontra sehingga menimbulkan suasana tidak konduksif di masyarakat.

"Saya juga menolak keras masuknya KIP di Perairan Matras, apalagi masalah itu yang mengakibatkan masyarakat dibenturkan antara pro dan kontra, semua tahu sejak dulu di Matras itu banyak murni yang menolak," kata Magrizan di Sungailiat, Rabu (3/12/2019) menanggapi aksi penolakan oleh ratusan massa di Matras pada Selasa (2/12/2019) malam.

Menurutnya, konflik di Kabupaten Bangka sedang banyak terjadi dan sekarang kembali terjadi konflik di Matras, hal ini membuat Kabupaten Bangka yang damai menjadi tidak kondusif.

"Baru saja konflik lahan di Desa Mendo, konflik tambak udang di Belinyu sekarang di Matras. Belum lagi konflik di Kenanga soal pabrik tapioka," ujarnya.

"Padahal sebelumnya untuk Matras ini aman sebelum ada rencana masuk KIP, ini jadi beban sosial bagi DPRD dan Pemkab Bangka," jelas Magrizan.

Magrizan mengharapkan Pantai Matras yang telah ditetapkan menjadi aset Pemkab Bangka terus didukung sebagai daerah wisata, tak hanya itu nasib nelayan tradisional harus diperhatikan untuk kelangsungan hidupnya.

"Atas masalah ini, kamj bersama masyarakat akan menolak arogansi KIP tersebut," tukasnya.(dwi/wb)