Sirkulasi Angin Eddy Sebabkan Hujan Lebat di Belitung

Endi    •    Jumat, 06 Desember 2019 | 21:10 WIB
Lokal
Prakiraan angin BMKG. (bmkg)
Prakiraan angin BMKG. (bmkg)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Berdasarkan pantauan radar cuaca dan satelit cuaca BMKG Bangka Belitung (Babel), peningkatan curah hujan yang mengakibatkan banjir di Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, disebabkan karena adanya kumpulan gugusan awan cumlonimbus yang dapat memicu terjadinya petir, angin kencang dan hujan lebat.

"Pantauan radar cuaca kami terdapat kumpulan awan comulonimbus, yang mengakibatkan terjadinya cuaca buruk seperti petir, angin kencang dan hujan deras," kata Staf Prakirawati BMKG Pangkalpinang, Riski Anjani, Jumat (6/12/2019).

Disamping itu, sambungnya, terjadi gangguan cuaca berupa sirkulasi angin eddy, yang berada di wilayah barat Kalimantan yang mengakibatkan belokan angin yang melewati Babel, dampaknya pertumbuhan awan semakin tinggi dan potensi terjadinya hujan sedang hingga deras semakin meningkat.

Sedangkan secara historis, sirkulasi angin eddy ini akan berlangsung selama dua hingga tiga hari kedepan, sehingga BMKG juga mengeluarkan peringatan dini, bagi sebagian besar wilayah di Babel, terutama kawasan padat penduduk yang minim areal resapan air, untuk mewaspadai genangan atau banjir yang diakibatkan curah hujan dengan itensitas sedang hingga lebat.

"Memang ada gangguan cuaca yang sudah terbentuk sejak kemarin, itu namanya sirkulasi eddy yang berada di wilayah Kalimantan Barat dan berefek ke kita. Anginnya tidak terlalu kencang, tapi pembentukan awannya semakin besar dan potensi hujan pun besar," terangnya.

Disamping itu, BMKG juga memberikan warning terhadap potensi gelombang tinggi yang akan melanda perairan utara pulau Bangka dan utara Selat Karimata, yang diakibatkan siklon tropis kamuri yang sedang terjadi di philipina dan dampaknya akan mempengaruhi tinggi gelombang diperairan utara Selat Karimata dan utara pulau Bangka pada tanggal 8 Desember 2019.

"Gelombang ini cukup berbahaya terutama bagi perahu nelayan maupun tongkang. Kita mengimbau agar selalu waspada saat melakukan aktivitas pelayaran," tukasnya. (dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL