Emak-emak Pun Turun ke Pantai Matras Tolak KIP

Dwi H Putra    •    Selasa, 10 Desember 2019 | 16:59 WIB
Lokal
Puluhan emak-emak ikut berdemo di Pantai Matras menolak kehadiran Kapal Isap Produksi.(dwi/wb)
Puluhan emak-emak ikut berdemo di Pantai Matras menolak kehadiran Kapal Isap Produksi.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Puluhan emak-emak tampak hadir disela-sela ratusan nelayan yang melakukan aksi penolakan tambang laut, mereka tak rela adanya kapal isap produksi (KIP) yang akan melakukan aktivitas di Perairan Matras dan sekitarnya.

Baca Juga: Nelayan Minta Tidak Ada Zonasi Tambang di Bangka

"Kami ini memang sebagian bukan nelayan, tapi kami warga Matras yang menolak adanya KIP di sini," kata seorang ibu-ibu warga Kelurahan Matras, Rokiah di Sungailiat, Selasa (10/12/2019).

"Ingatlah ahklak yang baik itu mencintai lingkungan, bukan merusak lingkungan seperti yang diajarkan dalam agama Islam," tuturnya.

Rokiah salah seorang dari puluhan ibu-ibu yang rela berpanas-panasan, tidak mengizinkan sampai kapan pun adanya aktivitas tambang laut di Perairan Matras dan sekitarnya.

"Kami sampai kapan pun tidak mengizinkan adanya KIP atau yang lainnya," tegas Rokiah.

"Jika kedepan masih ada pemilu, kami tidak akan memilih lagi, buat apa memilih jika keinginan kami masyarakat dan nelayan tidak dipenuhi oleh mereka yang sudah menjabat," tutur Rokiah.

Aksi penolakan nelayan dan warga Matras sekitarnya tidak hanya satu atau dua kali, penolakan juga sudah disampaikan ke Pemkab Bangka, Pemprov Babel hingga DPRD Babel, namun nelayan dan warga menyayangkan masih saja ada upaya KIP masuk ke perairan tersebut.

Perwakilan nelayan dari berbagai daerah pun mendeklarasikan penolakan berisikan "Kami seluruh nelayan, pemuda dan masyarakat Kelurahan Matras dan sekitarnya menolak adanya aktivitas pertambangan di Perairan Matras dan sekitarnya".(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL