Semarak Masyarakat Desa Kemuja Melestarikan Warisan Budaya Dalam Penyambutan Maulid Nabi Muhammad SAW

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 13 Desember 2019 | 16:18 WIB
Opini
Panggung perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa Kemuja kecamatan Mendo Barat kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (ist)
Panggung perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa Kemuja kecamatan Mendo Barat kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (ist)

Di Desa Kemuja dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dikenal dengan istilah mauludan. Maulud berasal dari kata maulid yaitu peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang mana dalam tahun hijriah jatuh pada tanggal 12 Rabi'ul Awal. Tradisi mauludan di Desa Kemuja setiap tahunnya memiliki adat istiadat dan budaya yang menarik, salah satunya yaitu tradisi Nganggung yang berarti mengangkat atau memindahkan makanan didalam sebuah dulang dan ditutup oleh Tudung Saji untuk dibawa ke Masjid dan disantao bersama-sama oleh warga setempat.

Dalam penyambutan Hari Raya Maulid di Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat Bangka, setiap tahunnya diadakan juga sebuah acara festival lomba kesenian daerah yang dikenal dengan Festival Seni Budaya Islam dengan mengadakan berbagai jenis perlombaan yang berlangsung pada malam harisebelum tradisi mauludan tiba, dantempat perlombaannya berlangsung di lapangan bola Desa Kemuja. Pada acara ini berlangsung warga setempat berdatangan untuk menyaksikan perlombaan-perlombaan tersebut. Acara festival ini juga mendapat dukungan yang besar dari warga dan masyarakat setempat untuk diadakan setiap tahunnya, dan acara ini juga sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Kemuja setiap menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara Festival Seni Budaya Islam bertujuan untuk mempromosikan budaya Melayu di Bangka Belitung, dan dengan acara festival ini juga memeberi gambaran kebudayaan dan kesenian tradisi islam yang dikemas secara modern dalam rangka syiar islam menuju Bangka Setara. Kegiatan festival ini juga merupakan salah satu sarana untuk melestarikan nilai-nilai budaya luhur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seperti, budi pekerti dan akhlak mulia, serta membangun ukhuwah islamiyah dalam melestarikan seni dan budaya sebagai warisan budaya.

Pelaksanaan Festival Seni Budaya Islam juga merupakan rangkaian dari kegiatan menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Kemuja sejak ratusan tahun lalu. Saat Maulid Nabi warga setempat akan menggelar perayaan layaknya lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, dan dalam peringatan Maulid Nabi ini diselenggarakankarena memiliki hubungan dengan budaya yang ada di Bangka.

Kegiatan Festival Seni Budaya Islam merupakan event tahunan dalam mendukung Desa Kemuja sebagai ikon Desa Santri dan dapat memberi gambaran kebudayaan dan kesenian tradisi yang islami. Disamping itu juga, suasana agamis akan memberikan semangat yang tinggi untuk mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya islami, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. kegiatan festival ini juga bisa menjadi warisan yang baik bagi generasi muda yang harus dijaga dan dilestarikan untuk tahun-tahun kedepannya.

Dalam acara Festival Seni Budaya Islam ini dalam kepanitiannya dikomando oleh anak-anak muda dan masyarakat Desa kemuja. Adapun masyarakat di Desa Kemuja juga memiliki antusias yang luar biasa pada acara ini, dalam upaya untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW guna membentuk motivasi yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda agar mengenal warisan budaya melayu dan bersama-sama mempertahankan kesenian budaya agar tidak hilang tergerus oleh zaman.

Kemeriahan acara Festival Seni Budaya Islam juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dan Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam menggelar kebudayaan Melayu bernuansa islami memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi untuk menciptakan generasi yang unggul yang mau mengenal warisan seni budaya melayu dan islami. Festival ini juga merupakan kegiatan langka dan sangat bermanfaat sekaligus sebagai tempat silaturrahim para seniman untuk meningkatkan kreativitas dibidang seni islami, serta untuk melestarikan seni budaya islam yang mulai luntur dikalangan generasi muda saat ini.

Adapun setiap tahunnya, acara Festival Seni Budaya Islam memiliki tema-tema yang berbeda dan pada tahun 2019 ini bertema “ Seni Tradisi Adat Berakidah”.  Pada tahun 2019 ini juga terdapat empat cabang lomba dalam festival seni budaya yaitu, Hadroh, Rebana, Dambus dan Rifat yang dilaksanakan pada tanggal 1-7 November 2019 lalu dan digelar di Lapangan Bola Desa Kemuja, Kabupaten Bangka. Kegiatan festival seperti ini perlu dikembangkan dan dilestarikan karena sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya serta memperkenalkan dan menetapkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang sudah ada.

Festival Seni Budaya Islam tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana tahun sebelumnya setelah acara pembukaan langsung dilanjutkan dengan penampilan para peserta lomba, dan tahun ini acara pembukaan terpisah dengan penampilan para peserta lomba dan terdapat beberapa penampilan. Pada tahun ini persiapan dan pelaksanaan yang diselenggarakan oleh para panitia semakin membaik dibandingkan tahun sebelumya, misalnya dari segi persiapan, semangatnya para peserta dalam mengikuti perlombaan, serta dukungan dalam kegiatan-kegiatannya.

Pada acara pembukaan Festival Seni Budaya Islam terdapat tarian sambut dari pemudi-pemudi Desa Kemuja untuk menyambut tamu undangan dan dilanjutkan dengan pembacaan marhaban oleh Tokoh Agama masyarakat Desa Kemuja, pembacaan do’a-do’a, sambutan dari Ketua Komite Maulid, serta sambutan dari perwakilan Bupati Bangka. Setelah itu dilanjutkan dari penampilan pembacaan puisi tentang Nabi Muhammad SAW oleh adik-adik SD, dan dilanjutkan dengan penampilan tarian versi sholawat yang membentuk “Love Muhammad” dari adik-adik SD juga, serta penampilan tarian tudung saji oleh Santriwan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja, dan diakhiri dengan penampilan hadroh oleh Santriwati Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja.

Pada saat acara penutupan dari Festival Seni Budaya Islam ini ditutup dengan sangat meriah oleh warga setempat serta mengumumkan para pemenang lomba yang berhasil memperoleh juara, setelah itu, ada penampilan-penampilan dari para pemenang  dan disaksikan secara langsung oleh para warga setempat. (**)

** Penulis : Rizky Nabila Dwi Putri, Mahasiswa di Universitas Negri Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL