Politikus PKS ini Sarankan Pabrik Sawit Pindah ke Bangka Barat

Endi    •    Senin, 16 Desember 2019 | 14:27 WIB
Ekonomi
Bong Ming-Ming (Batik) dan ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya. (*)
Bong Ming-Ming (Batik) dan ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya. (*)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Bong Ming Ming, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyarakan agar pabrik pengolahan biji sawit yang ditolak warga Desa Maras Senang, Kabupaten Bangka tidak dihentikan. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  ini menyarankan agar pabrik sawit dipindahkan ke kabupaten Bangka Barat sehingga investasi dari perusahaan tidak sia-sia.

"Saya sarankan jangan dulu mengeluarkan rekomendasi untuk dihentikan, kalau warga di Maras Senang menolak, kita usulkan pabrik untuk dipindahkan ke daerah di Bangka Barat," kata Bong Ming Ming saat mengikuti pertemuan antata Ketua DPRD Babel dengan warga Desa Maras Senang, Kabupaten Bangka yang menolak pembangunan pabrik sawit di desa mereka, Senin (16/12/2019).

Saat pertemuan, warga mengatakan alasan penolakan mereka terhadap keberadaan pabrik sawit karena di Kecamatan Bakam sudah beridiri 5 pabrik serupa. Sehingga menurut warga sudah terlalu banyak. 

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Babel, jika di Kabupaten Bangka sudah banyak berdiri pabrik pengolahan sawit.

"Keberadaan investasi pembangunan pabrik sawit ini memang kita harapakan untuk mengatasi harga sawit petani yang rendah. Untuk investasi yang berdampak.positif bagi masyarajat kità  dorong, kecuali yang berdampak negatif," ujar Bong Ming Ming.

Sebelumnya puluhan warga Desa Maras Senang, Kecamatan Bakam, Bangka menolak pembangunan pabrik pengolahan biji sawit. Warga beralasan lokasi pabrik yang dekat dengan permukiman akan berdampak terhadap warga. Apalagi, di Kecamatan Bakam jarak antar desa sudah berdiri pabrik serupa sehingga sudah terlalu banyak.

"Aspirasi kami warga yang menolak pabrik sawit sudah diterima DPRD Babel yang akan turun ke lokasi untùk meninjau langsung bersama dinas terkait, bahkan diminta agar pertemuan nanti bupati bisa hadir," kata M Yunus perwakikan warga usai melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Bangka Belitung,  Senin (16/12/2019).

Yunus bersama warga menilai keberadaan pabrik sawit di Maras Senang sudah tidak memungkinkan lagi karena di desa tetangga sudah berdiri pabrik serupa. Rencana pendirian pabrik inipun dianggap tidak transparan sehingga meresahkan warga. (*)



MEDSOS WOWBABEL