KPU Bangka Barat Diminta Pertahankan Partisipasi Pemilih

Chairul Aprizal    •    Minggu, 22 Desember 2019 | 11:51 WIB
Pilkada
Ketua KPU Bangka Barat, Pardi.(rul/wb)
Ketua KPU Bangka Barat, Pardi.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kordiv SDM dan Parmas KPU Provinsi Bangka Belitung Fahrurrozi meminta KPU Bangka Barat dan partai politik di Bangka Barat bersama-sama meningkatkan partisipasi pemilih untuk Pilkada Bangka Barat 2020 nanti.

Fahrurrozi menuturkan prestasi KPU Bangka Barat yang membuat partisipasi pemilih meningkat di Bangka Barat agar dapat dipertahankan.

"Ada perbedaan pemilu memakai lima kertas suara presiden dan sebagainya, yang dipilih banyak, yang milih juga banyak. Beda dengan bupati dan wakil bupati, perlakuannya juga mesti beda," kata Fahrurrozi.

"Tetapi kita sudah punya triknya, dulu KPU itu juga penyumbang ketidak percayaan publik, trust itu. KPU lakukan terobosan baru yaitu transparansi supaya publik bisa mengontrol langsung," jelas Ozi.

Ozi menyampaikan dengan adanya transparansi akan muncul kepercayaan publik yang akan mempengaruhi partisipasi pemilih.

"Berikutnya sosialisasi, tetapi sosialisasi bukan hanya dilakukan KPU, peserta juga harus melakukan sosialisasi, nah kalau sosialisasi sudah dilakukan masyarakat juga tidak tertarik jangan-jangan antara pemilih dan dipilih tidak ada ketertarikan itu tugas dari parpol menyiapkan kader terbaik," tuturnya.

Ozi menerangkan maka tugas partisipasi pemilih harus sama-sama dilakukan KPU bersosialisasi dan parpol harus menyiapkan kader terbaik yang menarik pemilih.

"Untuk kerjasama sosialisasi iya, untuk sosialisasi iya tetapi bukan kerjasama untuk memenangkan," tegas Ozi.

Sementara itu Ketua KPU Bangka Barat Pardi menanggapi hal itu menyatakan pihaknya akan mempertahankan partisipasi pemilih sebesar 86 persen saat Pilpres 2019. Setidaknya di Pilbup 2020 Babar nanti berada di angka 80 persen.

"Karena suatu tantangan yang berbeda antara pemilu presiden dan pemilu lokal (Pilkada-red),"imbuh Pardi.

Pardi mengungkapkan jika Pilpres 2019 lebih banyak yang terlibat secara nasional dan masif maka Pilbup Babar nanti yang akan sangat memainkan peran berada pada skala lokal.

"Tapi di Pemilihan Kepala Daerah tentunya hanya stakeholder yang di daerah ini yang tentunya wajib berperan serta" jelas Pardi.

"Baik kami penyelenggara, media massa, masyarakat dan pemerintah ini suportnya harus luar biasa untuk menembus angka yang minimal harus 80 persen, " tukas Pardi.(rul/wb)

Halaman