Gegara Medsos, Angka Perceraian di Pangkalpinang Meningkat

ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com – Media sosial (medsos--red) menjadi salah satu dari faktor penyebab meningkatnya angka perceraian di wilayah Kota Pangkalpinang. Angka perceraian tersebut juga meningkat jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Dari Januari hingga memasuki akhir Desember 2019, Pengadilan Agama Pangkapinang mencatat ada sebanyak 569 perkara gugatan perceraian suami isteri yang telah diterima oleh PA. Sedangkan pada tahun 2018 mencapai 496 perkara.

Panitera Muda Hukum Julik Pranata SH MH mengatakan perkara cerai gugatan lebih mendominasi dibandingkan cerai talak pada tahun 2019. Jumlah itu terdiri dari 128 perkara cerai talak oleh suami dan 468 cerai gugatan oleh istri.

"Gugatan cerai lebih meningkat," kata Julik, saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama Pangkapinang, Kamis (26/12/2019).

Julik menyebutkan pemicu perceraian dimulai dari beragam faktor. Mulai dari perselisihan, misalnya faktor ekonomi, KDRT dan juga sosial media. Sehingga mereka mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama.

"Ada juga yang ditinggalkan akibat menjalani hukuman penjara dan ada yang meninggalkan salah satu pihak. Tapi muaranya dari perselisihan dan percekcokan," tuturnya.

Sementara itu, rata-rata umur yang mengajukan perceraian tersebut berkisar 25 hingga 30 tahun. Namun, umur yang lebih mendominasi tersebut berkisar 30 tahun ke atas.

"Bervariasi, yang paling mendominasi itu berkisar 30 tahun ke atas," imbuh Julik.

"Upaya yang dilakukan tetap dilakukan mediasi kepada dua belah pihak, tapi ketika memang tidak bisa disatukan maka perceraian itulah langkah terakhir. Jadi tidak serta-merta mereka yang mengajukan itu akan diceraikan," tukas Julik.(hen/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL