Ditengah Guyuran Hujan, Kapolres Basel Cari Sumber Pencemaran Limbah Tambang

Aston    •    Jumat, 27 Desember 2019 | 22:48 WIB
Lokal
Kapolres Basel, AKBP S. Ferdinand melihat langsung areal kebun karet Pariadi dalam kondisi Hujan lebat. (Astoni/wowbabel)
Kapolres Basel, AKBP S. Ferdinand melihat langsung areal kebun karet Pariadi dalam kondisi Hujan lebat. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com - Setelah ramai pemberitaan awak media terkait pencemaran kebun karet milik Pariadi Warga Sukadamai oleh limbah tambang, pihak kepolisian Polres Bangka Selatan (Basel) langsung turun lapangan mencari informasi sumber pencemaran. Jumat (27/12/2019) Siang Kapolres Basel, AKBP S. Ferdinand Suwarji bersama Kasat Reskrim, AKP Daniel Tampubolon mendatangi lokasi.  

Ditemani awak media, Kapolres dan Kasat Reskrim bersama anggota mendatangi lokasi ditengah hujan lebat, namun tak menyurutkan langkah Kapolres karena mengaku cukup prihatin dengan kasus tersebut setelah ramai diberitakan. 

Tiba di lokasi, Kapolres tampak kaget melihat seluruh batang karet milik Pariadi sudah tergenang air berwarna kuning kecoklat-coklatan bercampur lumpur yang diduga berasal dari limbah tambang timah. 

Ditengah hujan lebat, Kapolres dan Kasat langsung terjun ke kubangan lumpur seraya mencelupkan tangan kedalam air.

"Iya lumpur ini," ucap Kapolres dan Kasat.

Melihat kondisi itu, Kasat bersama anggota langsung mengecek seluruh lokasi seraya sesekali mengabadikannya melalui kamera ponselnya. Kemudian Kasat terdengar memerintahkan anggota untuk menelusuri areal lebih jauh untuk mencari  yang diduga sumber pencemaran berasal.

Sementara Kapolres berbincang-bincang dengan Pariadi dan istrinya Ernawati serta didampingi anak angkatnya Susi ditengah guyuran hujan lebat. 

Banyak hal yang yang disampaikan Pariadi dan Istri kepada Kapolres seraya menyampaikan harapan besar mereka agar ada pihak yang bertanggungjawab dan mengganti kerugian mereka karena ratusan karet mereka itu terancam mati.

Kurang lebih hampir satu setengah jam di lokasi, Kapolres kemudian meninggalkan lokasi. Namun, sebelum pulang, mantan kapolres Donggala Sulawesi Tengah itu sempat meninjau lokasi pembuangan limbah tambang yang diduga sumber berasal. Sementara dari kejauhan terlihat ada tambang yang tengah beraktivitas. 

Kepada wartawan, Kapolres  mengatakan, berdasarkan pantauan langsung ke lokasi kuat dugaan memang ada pencemaran limbah. 

"Kalau dilihat diduga memang  ada pencemaran limbah," kata Ferdinand. 

Pihaknya akan melakukan pengumpulan bahan keterangan lebih lanjut, terutama mencari sumber pencemaran berasal.

"Kita lihat ada aktivitas pertambangan, tapi belum dapat dipastikan sumber asal limbahnya darimana untuk itu akan kita selidiki lagi, saya berhadap persoalan ini semoga ada penyelesaiannya," tukas Ferdinand. (Astoni/wb)



MEDSOS WOWBABEL