Tiga KIP Coba Masuk Perairan Matras

Dwi H Putra    •    Jumat, 27 Desember 2019 | 22:54 WIB
Lokal
Warga kontra KIP Matras masih bertahan di kawasan pantai Matras. (Dwi HP/wowbabel)
Warga kontra KIP Matras masih bertahan di kawasan pantai Matras. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Ratusan warga berkumpul di Pantai Matras setelah tiga unit KIP kembali mencoba masuk ke Perairan Matras, awalnya KIP masuk sejak siang dan didatangi warga, namun tidak juga pergi sehingga warga kemudian bersiaga hingga malam di Pantai Matras. 

Negosiasi alot sempat terjadi antara warga dengan pihak kepolisian yang meminta warga tak ke laut. Namun, warga kontra dari Matras,  Sinarjaya Jelutung, Air Antu hingga Tuing tetap ingin KIP pergi dari Pantai Matras.

Terpantau hingga pukul 19.00 WIB warga masih bersiap untuk menghalau KIP yang sejak awal tidak dikehendaki keberadaannya ini.  

"Kami ingin KIP itu pergi, kalau tidak kami yang ke sana malam ini," kata warga. 

Tampak di lokasi terdapat Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Kabag Ops Faisal Fatsey, Kasat Intelkam AKP David Charli, Kasat Reskrim AKP Ricky Dwiraya Putra dan Kapolsek Sungailiat AKP Deddy. 

Situasi panas melanda di Pantai Matras, hingga Jumat (27/12/2019) malam karena warga ingin mendatangi KIP yang masih berada di Pantai Matras dan terus pihak kepolisian berusaha menenangkan warga. 

"Bapak-bapak sabar dulu, PT Timah akan ke sini. Ini untuk menyuruh kapal geser dari sini," kata Kabag Ops, AKP Faisal Fatsey menenangkan warga. 

Tapi hal ini tak mampu menenangkan warga karena KIP tetap berada di depan Pantai Matras, beberapa warga kemudian bersiap kembali ke tengah laut dan menaiki perahu. 

"Pak Wakil Bupati Bangka dan Pak Kapolres akan ke sini bersama PT Timah akan bertemu warga, tolong kasih tahu warga yang kesana, tenangin dan suruh balik ke sini," kata Kabag Ops. 

Walau sempat alot namun karena Wakil Bupati Bangka, Syahbudin sudah tiba di pantai dan warga kemudian menahan di sini.

Namun warga juga berteriak minta KIP geser dari laut Matras, peristiwa ini masih berlangsung dan sebagian warga memilih tetap berangkat menghalau KIP. 

"Tolong lah bantu kami ini.  Kemana pak bupati, wakil bupati,  kami ni makan di laut. Kalau gak ada KIP gak mungkin masyarakat mau kayak gini" teriak warga. (Dwi HP/wb)



MEDSOS WOWBABEL