Ratusan Traktor dan Combine Desa Rias Kesulitan Solar

Aston    •    Senin, 06 Januari 2020 | 14:57 WIB
Lokal
Alsintan di Desa Rias tidak beroperasi lantaran kesulitan memperoleh solar.(as/wb)
Alsintan di Desa Rias tidak beroperasi lantaran kesulitan memperoleh solar.(as/wb)

TOBOALI,,www.wowbabel.com --  Ratusan alat mesin pertanian persawahan yang beroperasi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak solar. Hal itu disebabkan sejak diberlakukan fuel card oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Semua SPBU tak lagi menerima pembelian melalui jeriken sejak diberlakukan fuel card, selama ini kami beli solar pakai jeriken untuk operasional alsintan seperti traktor dan combaine di Desa Rias," kata Bujil Sani anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan Unit Pelayanaan Jasa Alsintan (Upja) Balai Benih, Desa Rias kepada wowbabel.com, Senin (6/1/2019).

Seluruh SPBU yang ada di Kota Toboali, tak bersedia melayani pembelian solar melalui jeriken dengan alasan aturan yang diterapkan Pemerintah Provinsi pembelian harus menggunakan fuel card.

"Seluruh SPBU menolak meski untuk kebutuhan alsintan Desa Rias, dan kami pernah mengajukan kartu fuel card ke Samsat tapi tidak bisa dengan alasan belum ada kebijakan fuel card untuk petani," ungkapnya.

Akibat dari itu, dua Upja yang mengelola alsintan di persawahan Desa Rias, terpaksa harus membeli minyak dari pengerit dengan harga tinggi.

"Terpaksa beli dari pengerit dengan harga Rp 150 ribu per  jeriken dengan isi 16 liter,” imbuhnya.

Dengan membeli minyak dari pengerit, maka biaya operasional alsintan semakin mahal. Kondisi itu membuat pengelola alsintan Desa Rias berencana menaikkan biaya dan dibebankan kepada petani.

"Karena biaya operasional tinggi kemungkinan biaya sewa traktor dan combaine berencana dinaikkan, semoga ada solusi dari pemerintah," harapnya.

Menurutnya selama ini pemerintah memang tidak menyediakan minyak subsidi untuk keperluan Alsintan Desa Rias. Kata Bujil, total alsintan yang dikelola dua Upja mencapai ratusan unit.

"Di Upja Balai Benih sendiri ada 30 unit traktorroda dua, 6 traktor roda empat, dan 6 unit kombaim roda enam. Alsintan Upja Sepakat Jaya lebih banyak lagi, total ada ratusan unit alsintan yang beroperasi di Desa Rias," ujarnya.

Bujil menambahkan, saat ini biaya sewa traktor sebesar Rp 1,2 juta per hektare dan biaya sewa combaine Rp 2 juta per hektare.

"Dalam satu hektare minyak untuk traktor menghabiskan sekitar 20 Liter dan Combine sekitar 80 Liter," tukasnya seraya menambahkan bahwa pengusaha mesin penggiling padi juga alami kesulitan minyak solar.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL