Berdiri di Hutan Lindung, 20 Pondok Liar Ditertibkan

Dwi H Putra    •    Senin, 13 Januari 2020 | 12:56 WIB
Lokal
Ratusan personil gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP Provinsi Babel dan Bangka, Polisi Kehutanan, Tagana Bangka serta pihak pemerintah kecamatan mengamankan dan melakukan pembongkaran pondok ilegal milik warga yang berlokasi di hutan lindung sepanjang jalan lintas timur.(dwi/wb)
Ratusan personil gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP Provinsi Babel dan Bangka, Polisi Kehutanan, Tagana Bangka serta pihak pemerintah kecamatan mengamankan dan melakukan pembongkaran pondok ilegal milik warga yang berlokasi di hutan lindung sepanjang jalan lintas timur.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Ratusan personil gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP Provinsi Babel dan Bangka, Polisi Kehutanan, Tagana Bangka serta pihak pemerintah kecamatan mengamankan dan melakukan pembongkaran pondok ilegal milik warga yang berlokasi di hutan lindung sepanjang jalan lintas timur.

"Kegiatan ini dilaksanakan tim gabungan dengan jumlah personil ratusan orang baik dari provinsi dan kabupaten," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan di Sungailiat, Senin (13/1/2020).

"Penertiban dan pembongkaran ini dilakukan terhadap pemukiman yang berlokasi di kawasan hutan lindung," ujarnya.

Dijelaskan Marwan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kehutanan Sigambir sebelumnya sudah menyampaikan surat peringatan kepada warga yang terdampak pembongkaran, yakni terhitung mulai tanggal 20 Desember 2019, 6 Januari 2020 dan 9 Januari 2020.

"Sebelumnya sudah diperingatkan untuk membongkar sendiri, tapi mereka banyak yang belum bongkar jadi dibantu personil gabungan untuk membereskannya," jelas Marwan.

"Bagi warga yang belum ada tempat tinggal, kami sarankan ke Balai Penampungan Dinas Sosial, jika ada tempat lain dibantu untuk akomodasi pemindahan peralatannya," paparnya.

Marwan menambahkan sedikitnya ada sekitar 20 bangunan ilegal yang dibongkar dan ditertibkan masuk dalam kawasan hutan lindung di sepanjang jalan lintas timur.

"Ada yang masuk Desa Rebo, Desa Riding Panjang dan Desa Air Anyir, ini jadi imbauan bagi warga yang ingin membangun tempat tinggal supaya tidak membangun di kawasan terlarang seperti hutan lindung ini," tegas Marwan.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL