KPAD Babel Tangani 38 Kasus, Kapolda Terima Penghargaan

Tim_Wow    •    Senin, 13 Januari 2020 | 19:17 WIB
Lokal
KPAD Bangka Belitung memberikan penghargaan kepada Kapolda Bangka Belitung.(dag/wb)
KPAD Bangka Belitung memberikan penghargaan kepada Kapolda Bangka Belitung.(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Komisi Perlindungan Anak Daerah Bangka Belitung (KPAD Babel) menangani sedikitnya 38 kasus kekerasan terhadap anak, yang terjadi di beberapa daerah di Provinsi Babel sepanjang tahun 2019 lalu.

"Dari kacamata kita di tahun 2019 ada 38 kasus kekerasan terhadap anak yang pernah kita tangani, baik itu kekerasan seksual maupun kasus pengasuhan di dalam keluarga dan kasus-kasus lainnya," kata Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria, Senin (13/1/2020).

Menurutnya, dari jumlah itu kasus pengasuhan dalam keluarga cukup mendominasi, namun semuanya dapat diselesaikan dengan jalan mediasi.

"Ada satu kasus yang prosesnya sampai keranah hukum, yang lainnya masih dapat diselesaikan dengan mediasi. Untuk itu di tahun ini jumlah kasus kekerasan terhadap anak dapat dikurangi, bahkan di cegah sehingga tidak terjadi lagi korban anak - anak akibat tindak kejatahan kekerasan dan sebagainya," imbuh Sapta.

Untuk menangani perkara yang melibatkan anak-anak, pihaknya kata Sapta, tidak bisa bekerja sendiri tanpa sinergi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pihak kepolisian.

Dirinya mencontohkan, penangan kasus penganiayaan terhadap warga lokal di Desa Batu Berlubang, Bangka Tengah, beberapa waktu yang berujung pengusiran terhadap warga pendatang asal daerah tertentu, turut melibatkan anak-anak menjadi korban.

Pasalnya, banyak hak anak yang tidak mengerti apa-apa menjadi terabaikan, terutama pendidikan, kesehatan dan sebagainya selama waktu konflik berlangsung. Namun karena kesigapan pihak kepolisian, akhirnya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan cepat tanpa mengorbankan hak-hak anak.

"Kita datang ke sini (Mapolda,-red), untuk memberikan apresiasi kepada Polda Babel atas kasus-kasus yang mereka tangani, terutama kasus kekerasan terhadap anak. Kita berharap sinergi semacam ini akan terus berlanjut," tukas Sapta.(dag/wb)

Halaman