Pesan Kiai Said Aqil Untuk Warga NU Babel, Beragama dengan Moderat dan Toleran

Tim_Wow    •    Selasa, 14 Januari 2020 | 20:58 WIB
Lokal
Ketum NU, KH Said Aqil Siroj melantik pengurus PWNU Babel. (Na/wowbabel)
Ketum NU, KH Said Aqil Siroj melantik pengurus PWNU Babel. (Na/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Nahdlatul Ulama (NU) berperan besar dalam mengembang jati diri dan pembangunan bangsa.

Sejak dulu hingga seterusnya, NU menanggung dua amanat, yakni  amanah diniyah dan amanah wathoniyah. Di  pundak NU terdapat amanah untuk menjaga, mengawal, dan mengembangkan agama Islam. Karena Islam suci, baik, dan mulia, maka cara mendakwahkannya dengan cara yang baik.

Demikian pesan  Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) KH Said Aqil Siroj  kepada Pengurus Wilayah NU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan ribuan warga NU pada pelantikan PWNU Babel, Selasa (14/1/2019) di Pondok Pesantren Modern Hidayatussolihin Pangkalpinang.

"Para santri diajari akhlaktul karimah. Kalau dakwah dengan cara yang tidak baik, dengan caci maki, maka itu bukan dakwah Islamiyah. Itu sama saja mencoreng dan menghanjurkan nama baik Islam. Saya pastikan bukan ulama NU," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Jakarta itu.

Kiai Said menambahkan bahwa dalam menjaga kesucian agama harus dengan cara yang baik. Pada prinsipnya, NU memiliki prinsip dalam beragama, yakni, tawassuth (moderat) dan tasamuh (toleran).

"NU tidak mengenal ekstrem kanan, ekstrim kiri, radikal, apalagi terorisme.  NU tidak liberal dan tidak radikal. Tidak tekstual juga tidak terlalu mengedepankan rasionalitas. NU berpegang teguh pada sikap moderat atau toleran," ungkapnya.

Kiai Said mengingatkan sikap moderat tidak bisa terwujud kalau tanpa ilmu pengetahuan. Bersikap moderat berarti harus bisa menggabungkan teks suci dengan rasionalitas. Memakai ayat Al-Qur;an dan Hadits juga memakai akal.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE