Saling Klaim Aset Daerah, Pemkab Bangka Barat Kantongi Sertifikat

Kabid Aset BPKAD Bangka Barat, Sumiadi.(rul/wb)
Kabid Aset BPKAD Bangka Barat, Sumiadi.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kabid Aset BPKAD Bangka Barat menanggapi kritikan yang disampaikan oleh Deddi Wijaya mantan Ketua komisi 3 DPRD Provinsi Bangka Belitung terkait aset GOR dan lapang voli Binajaya yang terdapat dua plang dan saling klaim.

Kabid Aset BPKAD Bangka Barat, Sumiadi mengatakan Pemkab Bangka Barat tidak asal klaim dan meminta pihak PT Timah Tbk untuk mencabut plangnya karena mereka punya dasar.

"Tujuan Pemkab Bangka Barat memasang plang itu sesuai dengan Peraturan Nomor 19 tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah," ungkap Sumiadi di ruangannya, Senin (13/01/2020).

Sumiadi menunjukkan dokumen resmi hibah dari PT Timah Tbk kepada Kabupaten Bangka dengan menyerahkan asli Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dikompensasi sebagai utang royalti kepada Pemda Tingkat II Kabupaten Bangka tahun 1998.

Hal ini ditunjukkan Sumiadi dalam surat PT Timah Tbk kepada Bupati Bangka Barat nomor 962/TBK/UM-0100/15-S11. 8.1 pada tanggal 11 Mei 2015 perihal Dokumen Kepemilikan Hak Atas Tanah/Bangunan.

"Makanya dipasang plang, dan kami berani memasang plang itu karena kita mempunyai dokumen resmi hibah dari PT Timah," tegas Sumiadi.

Sumiadi menerangkan Pemkab Bangka Barat memiliki bukti sertifikat, dokumen berita acara dari perusahaan BUMN tersebut.

"Secara otomatis gini, karena kita pemecahan kabupaten otomatis sudah dikoordinasikan dan dikembali ke kabupaten masing-masing," terang Sumiadi.

Sumiadi menyatakan setelah Kabupaten Bangka Barat menjadi daerah pemekaran maka aset dari Pemkab Bangka otomatis menjadi milik Pemkab Bangka Barat.

"Nah itu masalah dua plang itu, seharusnya kita minta PT Timah mencabutnya karena sudah menghibahkan, coba mereka membuka arsip mereka, arsip penyerahan utang royalti," tutur Sumiadi.

"Jadi mereka itu harus tahu kami mungkin mengira mereka itu tidak membuka arsip memasang plang itu," imbuh Sumiadi. .

Sumiadi mengimbau pihak PT Timah Tbk untuk segera melepaskan plangnya yang dinilai keliru.

"Karena sudah dihibahkan masak dipasang plang lagi, legowo melepaskan plang itu sendiri. Kan tidak harus Pemkab Bangka Barat yang melepaskan. Kalau kami yang melepaskan kan tidak enak, tidak etis," tukas Sumiadi.(rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE