Jaksa Penyidik Kejagung Panggil Sembilan Saksi Kasus Jiwasraya

Tim_Wow    •    Rabu, 15 Januari 2020 | 13:55 WIB
Nasional
PT Asuransi Jiwasraya (Persero).(net)
PT Asuransi Jiwasraya (Persero).(net)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Agung RI memanggil sembilan orang saksi dalam kasus dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Perseor) di Gedung Bundar Kejagung RI, Selasa (14/1/2020) kemarin.

Berdasarkan rilis situs Kejagung RI, sembilan orang tersebut masing-masing Mohammad Rommy sebagai Kepala Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Agustin Widhiastuti sebagai Karyawati PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Syahmirwan SE sebagai Pensiunan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Meitawati Edianingsih SH selaku pihak swasta (Intitutional Equity Sales PT Trimegah Securities TBK).

Selanjutnya Hari Prasetyo MBA selaku Mantan Dirut Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Anggoro Sri Setiaji selaku Kepala Seksi Divisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Dr.Hendrisman Rahim selaku Mantan Dirut PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokrosaputro selaku Komisaris PT Hanson International TBK, dan Heru Hidayat selaku Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral TBK (TRAM).

Dari sembilan orang tersebut hanya tiga orang yang hadir memenuhi panggilan yakni Hari Prasetyo,MBA selaku Mantan Dirut Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokrosaputro selaku Komisaris PT Hanson International TBK, dan Heru Hidayat selaku Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral TBK (TRAM).

Sedangkan enam orang saksi yang belum memenuhi panggilan Jaksa Penyidik akan dilakukan penjadwalan ulang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara No : SR – 789 / MBU / 10 / 2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33 / F.2 / Fd.2 / 12 / 2019 tanggal 17 Desember 2019.

Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Yang diduga akibat adanya transaksi – transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) sampai dengan bulan Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun. Potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap Klaim yang telah jatuh tempo sudah terprediksi oleh BPK-RI sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional.(ril/*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL