Kasus Arisan Bodong DJP Terus Berlanjut Hingga ke Kejaksaan

Dwi H Putra    •    Rabu, 15 Januari 2020 | 22:44 WIB
Lokal
Korban arisan bodong menggelar aksi di Mapolres Bangka. (Dwi HP/wowbabel)
Korban arisan bodong menggelar aksi di Mapolres Bangka. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Polres Bangka terus melakukan penyidikan terkait penanganan laporan polisi nomor: LP/ B-1062/ VIII/ 2019/ Babel/ res bangka, pelapor atas nama Desi Irianti dan terlapor atas nama Dewi Jayu Permata (DJP). 

"Hingga saat ini laporan polisi yang resmi diterima dan ditangani Sat Reskrim Polres Bangka hanya satu laporan dan prosesnya sudah dalam tahap penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ricky Dwiraya Putra di Sungailiat, Rabu (15/1/2020). 

"Dan sampai saat ini tidak ada complain dari pihak pelapor maupun terlapor, bahkan kedua belah pihak sepakat melakukan perdamaian akan tetapi perkara tersebut tetap dilanjutkan prosesnya hingga penyerahan tersangka dan barang bukti di kejaksaan," ujarnya. 

Kasat Reskrim menjelaskan untuk korban yang lain hingga saat ini tidak ada melaporkan secara resmi, walau pun sudah diimbau dan difasilitasi Sat Reskrim Polres Bangka untuk melapor secara resmi.

"Mereka (korban, red) menuntut uang dikembalikan, dalam hal ini bukan ranah kepolisian untuk meminta tersangka membayar uang tersebut," jelas AKP Ricky. 

Lanjutnya terkait laporan arisan bodong atas nama tersangka DJP, penyidik Polres Bangka secara profesional hanya fokus terhadap penyelidikan dan penyidikan terkait tindak pidana yg dilaporkan secara resmi.

"Mengapa alasan tersangka tidak dilakukan penahanan, hingga saat ini karena adanya pertimbangan teknis terkait penyidikan yg dilakukan penyidik," terang Kasat Reskrim. 

"Tersangka juga kooperatif dalam proses penyidikan serta tersangka mengajukan permohonan tidak dilakukan penahanan dengan alasan masih memiliki balita," paparnya. 

Ditambahkan AKP Ricky, ditekankan bahwa ranah pengembalian uang terhadap pihak yang mengaku sebagai korban bukan merupakan ranah dan tanggung jawab pihak kepolisian.

"Sekali lagi kami tekankan, terkait pengembalian uang bukan ranah kepolisian, itu urusannya tersangka dengan korban," pungkasnya. (Dwi HP/wb)

Halaman