Pekerja Ngaku Tambang Dekat Kolong PDAM Milik An

Dwi H Putra    •    Rabu, 15 Januari 2020 | 20:28 WIB
Lokal
Aktivitas tambang inkonvensional (TI) di dekat Kolong Air Baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Merawang yang ditertibkan tim gabungan dari Polres Bangka, Polsek Merawang dan Koramil Merawang milik seseorang berinisial An.(dwi/wb)
Aktivitas tambang inkonvensional (TI) di dekat Kolong Air Baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Merawang yang ditertibkan tim gabungan dari Polres Bangka, Polsek Merawang dan Koramil Merawang milik seseorang berinisial An.(dwi/wb)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Aktivitas tambang inkonvensional (TI) di dekat Kolong Air Baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Merawang yang ditertibkan tim gabungan dari Polres Bangka, Polsek Merawang dan Koramil Merawang milik seseorang berinisial An.

"Berdasarkan keterangan pekerja aktifitas TI ini seseorang berinisial An, oleh sebab itu kami bawa pekerja ke Polres Bangka untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Faisal Fatsey di Merawang, Rabu (15/1/2020).

"Kami juga akan memanggil An, supaya aktifitas TI ini dihentikan seterusnya," ujarnya.

Sementara, dua dari tiga pekerja yang dimintai keterangan oleh Polres Bangka, Parmin (53) dan Eko (27) keduanya warga Suko Mulyo Kecamatan Muara Padang, mengaku baru berada di lokasi tersebut sejak Jumat (10/1/2020) lalu.

Saat itu ditelpon temannya untuk diajak bekerja di TI tersebut.

"Kami baru sekitar satu minggu di sini pak, ditelepon teman diajak bekerja disini, karena dia mau pulang ke Palembang," terang Parmin.

"Kami tidak tahu apa-apa tentang TI ini, TI ini milik Uj orang Pangkalpinang atau An, kami tidak tahu sama sekali, mana yang benar," paparnya.

Hal senada diungkapkan Eko, dirinya juga tidak mengetahui jelas siapa pemilik tambang, datang ke lokasi setelah ditelepon temannya.

"Saya tadinya bekerja di Jebus ikut teman ke laut, tapi karena cuaca ekstrim kami tidak ke laut, pas dapat telepon saya pun langsung kemari untuk bekerja," jelas Eko.

"Kalau tahu di sini jadi begini saya tidak mau pak, lebih baik di Jebus ikut teman walau pun tidak ke laut," sesalnya.

Ditambahkan keduanya setelah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait tambang tersebut, memilih untuk kembali ke kampung halaman dan bekerja sebagai butuh tani.(dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL