Didit : Regulasi Justru Menyehatkan Industri Pertimahan

Firman    •    Kamis, 16 Januari 2020 | 15:20 WIB
Lokal
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(dok)
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengatakan terhentinya puluhan eksportir sekaligus pabrik peleburan (smelter) timah batangan di Provinsi Bangka Belitung, karena regulasi pemerintah yang ingin menyehatkan bisnis pertimahan mulai dari eksplorasi hingga produksi.

“Bukan karena praktik  persaingan bisnis yang tidak sehat sebagaimana pernyataan La Nyala Mataliti  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI saat berkunjung ke Provinsi Babel baru-baru ini,” ungkap Didit, Kamis (16/1/2020).

Kata Didit, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 1806 Tahun 2018, setiap smelter wajib menerapkan Competent Person Indonesia  (CPI)  sebagai upaya penataan tambang dan kepastian asal-usul bahan baku mineral. Nantinya, setiap sumber daya dan cadangan harus diverifikasi terlebih dahulu oleh CPI sebelum akhirnya dapat memproses Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

"Memang aturan tersebut  menimbulkan banyak polemik di tengah para pelaku industri. Setidaknya belasan smelter timah swasta berhenti beroperasi dan hanya PT Timah yang dapat beroperasi," ujar Didit.

Halaman