SRG Lada Berjalan Belum Optimal

Jurnalis_Warga    •    Sabtu, 18 Januari 2020 | 21:48 WIB
Lokal
Kebun Lada Bangka. (Dag/wowbabel)
Kebun Lada Bangka. (Dag/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com – Lembaga Riset dan Inovasi Kampus STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat menyelenggarakan kegiatan Seminar Dosen untuk mempresentasikan hasil penelitian di ruang sidang kampus, Jumat (17/01/2020), dengan judul “Studi Kebijakan Sistem Resi Gudang pada Komoditi Lada di Bangka Belitung: Implementasi, Strategi dan Rekomendasi Kebijakan”. 

Seminar ini diisi oleh Dosen STISIPOL Pahlawan 12, Bambang Ari Satria, S.IP., M.Si  serta dihadiri oleh para dosen. Tujuannya adalah  untuk mengetahui implementasi kebijakan sistem resi gudang pada komoditi lada di Bangka Belitung dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

“Kami melihat empat aspek yang menjadi acuan dalam menganalisis implementasi kebijakan resi gudang ini yaitu komunikasi, disposisi, sumber daya, dan struktur birokrasi. Dan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi serta studi dokumentasi dalam pengumpulan data," ujar Bambang Ari Satria.

Bambang menambahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan sistem resi gudang pada komoditi lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan belum optimal. 

Beberapa faktor yang mempengaruhi tidak optimalnya implementasi kebijakan tersebut yakni dari aspek komunikasi, masih banyak petani yang tidak mendapatkan informasi secara jelas terkait sistem resi gudang. Dari aspek disposisi, belum terjalin sinergitas antar pemangku kepentingan dalam menjalankan program tersebut. Dari aspek sumber daya, kompetensi yang dimiliki oleh tim pengelola harus ditingkatkan. Dari aspek struktur birokrasi, terjadi perpecahan antar unit organisasi, yakni antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Badan Pengelolaan, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) yang kemudian berujung damai.

Peneliti memberikan beberapa saran praktis terkait belum optimalnya implementasi SRG yaitu: perlunya mengintensifkan sosialisasi mengenai implementasi teknis Sistem Resi Gudang ke kelompok tani, petani maupun Gapoktan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seperti sosialisasi di beberapa kelompok tani yang belum mengetahui program SRG, adanya sinergitas antar lembaga pelaksana SRG seperti pengelola gudang, lembaga pembiayaan, lembaga penjamin mutu, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengimplementasikan SRG, serta penguatan lembaga di tingkat petani, baik dalam bentuk kelompok tani maupun koperasi untuk mencapai skala ekonomis.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengajaran STISIPOL Pahlawan 12, Shulby Yozar Ariady, S.IP., MPA., M.Sc. berharap semangat meneliti ini dapat dipertahankan untuk meningkatkan kapasitas dosen yang bersangkutan serta meningkatkan kualitas kampus. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL