Industri Hilirisasi Timah di Babel Segera Terwujud, Serap Banyak Tenaga Kerja

Tim_Wow    •    Rabu, 22 Januari 2020 | 14:18 WIB
Nasional
Penandatangan MoA antara PT RBA dengan Xinyi Glass Holdings Limited, Sabtu (18/1/2020).(ist)
Penandatangan MoA antara PT RBA dengan Xinyi Glass Holdings Limited, Sabtu (18/1/2020).(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Gubernur  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengupayakan hilirisasi industri dari hasil tambang di Bangka Belitung. Langkah ini agar mineral yang ada di Bangka Belitung  menjadi nilai tambah dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Baca Juga: Maret 2020, Pabrik Pengolahan Pasir Silika Mulai Dibangun di KI Sadai

Langkah gubernur menuju hilirisasi mineral berupa timah dan pasir mulai menujukkan hasilnya. Saat  kunjungannya ke China 18 - 21 Januari 2020, tidak hanya MoU atau nota kesepahaman yang berhasil disepakati, tetapi juga kontrak kerja pembangunan pabrik industri silika dan timah solder  dalam waktu dekat.  Kawasan Industri  (KI) Sadai, Bangka Selatan sebagai lokasi pembangunan  pabrik industri mineral oleh investor asal China ( Tiongkok).

Kesepakan pertama untuk memulai pembangunan pabrik induatri silika antara PT Ration Bangka Abadi (RBA) dengan perusahan Xinyi Glass Holdings Limited  yang dilaksanakan di Nanjing China, Sabtu (18/01/2020). 

Dua hari berikutnya  penandatanganan kontrak kerja juga  dengan Sinomach He di Chengdu, China pada  Senin (20/01/2020) sebagai tindaklanjut dari MoA yang telah ditandatangani  tujuh bulan  lalu antara Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dengan perusahaan BUMN China yang bergerak di bidang mesin-mesin berat. 

Sinomach akan berinvestasi untuk hilirisasi timah di Bangka Belitung dengan produk  solder powder.

"Untuk pertama pembangunan pabrik pengolahan silika . Targetnya, dua tahun mendatang akan dilanjutkan dengan pembangunan pabrik glass atau kaca di kawasan yang sama, yaki KI Sadai," terang Erzaldi Rosman, Rabu (22/1/2020).

Erzaldi menambahkan jika Maret 2020 dimulainya pembagunan pabrik pengolahan dan pemurnian silika. "Beberapa administrasi perizinan masih harus diselesaikan, khususnya terkait ketenagakerjaan,"  tukas Erzaldi.

Sedangkan investasi  Sinomach He  akan masuk pada  hilirisasi timah. Produknya adalah solder powder  merupakan bahan baku solder cair atau biasa disebut juga solder pasta serta produk solder lainnya.

"Saat ini, penggunaan produk tersebut telah mencapai persentase hingga 60 persen dari penggunaan produk berbahan dasar timah batangan," tukas Erzaldi

Selaian akan meningkatkan nilai tambah,  berdirinya industri di KI Sadai akan mendorong perekonomian daerah dan masyarakat.

"Kalau sudah berdiri bisa menyerap  tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Dukungan semua pihak akan menjamin investasi di Babel," ujar Erzaldi. 

Sedangkan Dirut PT RBA, Vindyarto Purba menambahkan pembangunan pabrik kaca skala besar menunggu ketersediaan pembangkit listrik gas dan ketersediaan storage gas di Bangka Belitung.

"Pihak investor memperhitungkan bagaimana investasi ini dapat lebih dipercepat dengan pembangunan pabrik laca tenaga surya terlebih dahulu dengan daya listrik yang ada," tukas Vindyarto.(wb)

 

Halaman